Kekeringan Ekstrem di Pati, 1.700 Hektare Sawah Terancam Gagal Panen

5 hours ago 2

PATI, iNews.id - Kekeringan ekstrem melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Sebanyak 1.700 hektare lahan persawahan dan 40 desa yang tersebar di 10 kecamatan terdampak, sementara warga mulai kesulitan mendapatkan air bersih.

Kondisi tersebut terjadi akibat kemarau ekstrem yang membuat sungai dan sumur mengering. Para petani pun terancam gagal panen karena sumber air untuk mengairi sawah semakin terbatas.

Pemkot Jaktim Siagakan Truk Tangki Air, Jaga-Jaga Kekeringan Dampak Kemarau

Baca Juga

Pemkot Jaktim Siagakan Truk Tangki Air, Jaga-Jaga Kekeringan Dampak Kemarau

Kesulitan juga dirasakan warga di desa-desa yang terdampak. Mereka bahkan harus berdesakan saat bantuan air bersih tiba karena pasokan tidak datang setiap hari.

Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pati menaikkan status siaga darurat kekeringan menjadi tanggap darurat kekeringan. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penanganan dampak kekeringan di wilayah terdampak.

Meruya Jakbar Dilanda Kekeringan, Pramono Pastikan Distribusi Bantuan Air

Baca Juga

Meruya Jakbar Dilanda Kekeringan, Pramono Pastikan Distribusi Bantuan Air

"Pada pagi hari ini kami mengumpulkan Forkopimda Kabupaten Pati untuk untuk membahas status siaga darurat kekeringan menjadi tanggap darurat kekeringan karena sudah memenuhi syarat," ujar Pelaksana Tugas Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, Jumat (18/9/2026).

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Pati juga terus menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang mengalami krisis air.

Dia mengatakan, peningkatan status tersebut telah dibahas bersama dan diharapkan segera ditindaklanjuti dengan penanganan di lapangan.

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |