WASHINGTON, iNews.id - Ketegangan di Selat Hormuz kembali memanas setelah kapal tanker gas alam cair (LNG) raksasa Qatar, Al Rekayyat, diserang drone Iran. Menyusul insiden tersebut, Qatar memanggil Wakil Duta Besar Iran dan menyerahkan nota protes resmi atas serangan terhadap kapal tanker itu.
Pemerintah Qatar menyalahkan Iran atas serangan terhadap sejumlah kapal tanker yang terjadi pada Senin dan Selasa. Salah satu targetnya adalah Al Rekayyat, yang dilaporkan dihantam drone hingga memicu kebakaran di ruang mesin. Meski demikian, seluruh kru kapal dilaporkan selamat.
Baca Juga
Selat Hormuz Tegang Lagi! AS Cabut Izin Ekspor Minyak Iran
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran membantah tuduhan tersebut. Teheran menyebut tudingan Qatar membingungkan dan menegaskan tetap berkomitmen terhadap pengaturan pelayaran di Selat Hormuz. Menurut Iran, sejumlah kapal komersial justru kerap melanggar aturan dengan menggunakan rute yang tidak dikoordinasikan dengan otoritas Iran.
Serangan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz memicu respons militer dari Amerika Serikat (AS). Pada Selasa (7/7/2026) malam waktu setempat atau Rabu pagi WIB, militer AS melancarkan gelombang serangan baru ke sejumlah target di Iran.
Baca Juga
AS Serang Iran Lagi, Klaim Hancurkan Fasilitas Rudal dan Drone
Operasi tersebut dilakukan sebagai balasan atas serangan Iran terhadap tiga kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz sehari sebelumnya. Serangan AS berlangsung ketika Iran sedang menggelar prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang memasuki tahap akhir sebelum penguburan pada Kamis (9/7/2026).
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































