WASHINGTON, iNews.id - Ketegangan di Selat Hormuz kembali meningkat, Amerika Serikat (AS) mencabut izin ekspor minyakIran yang sebelumnya diberikan berdasarkan kesepakatan sementara dalam Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad. Keputusan itu diambil di tengah memanasnya kembali konflik kedua negara menyusul serangan terhadap kapal-kapal komersial di jalur pelayaran strategis tersebut.
Pencabutan izin ekspor minyak dilakukan pada Selasa (7/7/2026). Berdasarkan perjanjian sementara AS-Iran, Departemen Keuangan AS sebelumnya mengizinkan penjualan minyak mentah, produk petrokimia, dan produk minyak bumi Iran mulai 22 Juni hingga 21 Agustus. Dengan keputusan terbaru itu, Washington hanya memberikan waktu hingga 17 Juli bagi Iran untuk menyelesaikan pesanan yang sudah ada dan menghentikan seluruh transaksi.
Baca Juga
AS Serang Iran Lagi, Klaim Hancurkan Fasilitas Rudal dan Drone
Kementerian Luar Negeri Iran mengecam langkah tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap kerangka perjanjian damai yang tertuang dalam MoU Islamabad. Teheran juga memperingatkan bahwa AS harus bertanggung jawab atas segala konsekuensi dari keputusan tersebut serta menegaskan akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi kepentingan dan keamanan nasionalnya.
Di saat bersamaan, militer AS melancarkan gelombang serangan terbaru terhadap Iran pada Selasa (7/7/2026) malam waktu setempat atau Rabu pagi WIB. Serangan dilakukan sebagai respons atas aksi Iran terhadap tiga kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz sehari sebelumnya.
Baca Juga
Menlu Iran kepada Trump: Hormati Tanda Tangan Anda!
Serangan tersebut berlangsung ketika Iran tengah menggelar prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang memasuki tahap akhir sebelum penguburan pada Kamis (9/7/2026).
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































