Kemenkeu Ambil Alih Utang Kereta Cepat Whoosh, Purbaya Pastikan Tak Bebani APBN

6 hours ago 5

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan utangKereta Cepat Whoosh akan diambil alih Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Special Mission Vehicle (SMV) atau badan usaha milik negara (BUMN) khusus di bawah Kemenkeu.

Purbaya menjelaskan, dengan skema tersebut nantinya tidak langsung membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), meski infrastrukturnya telah dikelola oleh pemerintah. Sebab, dana yang digunakan untuk membayar utang diambil lewat keuntungan oleh SMV, bukan bersumber dari APBN.

Purbaya Bocorkan Rencana China Perpanjang Jalur Whoosh hingga Jatim

Baca Juga

Purbaya Bocorkan Rencana China Perpanjang Jalur Whoosh hingga Jatim

"Jadi walaupun dikelola oleh pemerintah tidak akan membebani APBN. SMV kan juga punya untung juga kan, sebagian kita biarkan ke situ (pelunasan utang whoosh). Kira-kira begitu gambaran kasarnya," kata Purbaya saat ditemui di Kemenkeu dikutip, Kamis (6/8/2026).

Purbaya menambahkan, pengambilalihan Kereta Cepat Whoosh dilakukan atas kepemilikan 60 persen saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) sebagai bagian dari konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) selaku operator Whoosh. Ditargetkan proses pengalihan saham dari PSBI ke SMV rampung pada pertengahan September mendatang.

Pemerintah Ambil Alih 60% Saham Whoosh, Purbaya Ungkap Alasannya

Baca Juga

Pemerintah Ambil Alih 60% Saham Whoosh, Purbaya Ungkap Alasannya

PSBI merupakan konsorsium atau gabungan dari perusahaan pelat merah yang dahulu menggarap proyek kereta cepat. Beban utang yang membengkak itu pada akhirnya mempengaruhi kinerja keuangan para BUMN anggota konsorsium.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |