JAKARTA, iNews.id - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengakui anak-anak yang menjadi korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara mengalami trauma. BGN akan menyiapkan penanganan lanjutan atau aftercare bagi para siswa dan keluarga yang terdampak.
Sudaryono mengatakan, pemulihan korban tidak hanya berfokus pada pengobatan secara fisik. Setelah kondisi kesehatan anak-anak membaik, BGN akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Kementerian Kesehatan untuk memastikan penanganan lanjutan, termasuk dampak trauma yang dialami korban.
Baca Juga
Terungkap! Ternyata Ini Penyebab Siswa di Karo Keracunan Massal MBG
“Saya tahu, saya paham yang trauma bukan hanya siswa-siswinya tapi juga ada keluarga juga ada traumatis, dan saya memahami itu. Dan kita akan terus perbaiki, kejadian ini tidak boleh terulang kembali,” kata Sudaryono, dikutip Kamis (20/8/2026).
BGN masih memprioritaskan pengobatan para korban. Pemerintah memastikan anak-anak yang terdampak mendapatkan penanganan medis agar dapat kembali sehat.
Baca Juga
Dugaan Keracunan MBG di Berastagi Karo, Kepala SPPG Dicopot hingga Dapur Disegel
"Sementara ini kami fokus pada pada pengobatan, ya. Kami pastikan bagaimana anak-anak kita ini kemudian mendapatkan pengobatan yang prima, kemudian bisa sehat kembali," katanya.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
















































