Kopi Arabika Jadi Senjata Baru Temanggung Perkuat Ekonomi Petani

1 day ago 6

Temanggung, infojateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung terus mendorong diversifikasi komoditas pertanian guna memperkuat perekonomian petani.

Salah satu komoditas yang kini menjadi perhatian adalah kopi Arabika, yang dinilai memiliki prospek pasar menjanjikan dan cocok dikembangkan di kawasan pegunungan.

Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Temanggung, Sumarno, mengatakan pengembangan kopi Arabika mendapat respons positif dari petani, termasuk di wilayah yang selama ini dikenal sebagai sentra tembakau.

Pada tahun 2025, Temanggung memperoleh bantuan pengembangan kopi Arabika seluas 500 hektare yang bersumber dari APBN. Program tersebut disalurkan kepada kelompok tani di kawasan lereng Gunung Sumbing, Sindoro, dan Prau.

“Kami juga menawarkan kopi Arabika sebagai alternatif untuk perkebunan tahunan. Tahun kemarin kami mendapatkan bantuan APBN seluas 500 hektare dan dibagikan di kawasan Sumbing, Sindoro, dan Prau yang merupakan sentra tembakau. Alhamdulillah tidak ada penolakan dari petani,” ujar Sumarno, Jumat (19/6/2026).

Menurutnya, minat petani terhadap kopi Arabika meningkat seiring membaiknya harga dan tingginya permintaan pasar. Jika sebelumnya kopi dianggap kurang menjanjikan dibanding tembakau, kini kondisinya berbalik.

“Dulu kopi dianggap sepele karena nilainya tidak setinggi tembakau. Sekarang kopi Arabika luar biasa. Harga cherry saja sudah sekitar Rp22.000 per kilogram. Kalau sudah menjadi kopi siap seduh, tentu nilainya jauh lebih tinggi,” katanya.

Selain kopi Arabika, DKPPP Temanggung juga terus mengembangkan berbagai komoditas hortikultura dan perkebunan lainnya sebagai bagian dari strategi diversifikasi pertanian. Komoditas yang didorong antara lain alpukat, bawang merah, bawang putih, cabai, tomat, kubis, serta sejumlah tanaman hortikultura lainnya.

Sumarno mengakui dukungan anggaran sektor pertanian saat ini mengalami penurunan. Meski demikian, pemerintah daerah tetap berupaya mempertahankan program pengembangan komoditas unggulan agar petani memiliki lebih banyak pilihan usaha tani yang menguntungkan.

“Kami terus mendorong berbagai komoditas alternatif, baik hortikultura maupun perkebunan tahunan. Tujuannya agar petani memiliki sumber pendapatan yang beragam dan tidak hanya bergantung pada satu komoditas,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan pengembangan kopi Arabika menunjukkan semakin terbukanya petani Temanggung terhadap inovasi pertanian dan diversifikasi usaha tani, tanpa meninggalkan identitas daerah sebagai salah satu penghasil tembakau berkualitas di Indonesia.

Dengan prospek pasar yang terus tumbuh, kopi Arabika diharapkan dapat menjadi salah satu komoditas andalan baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat sektor perkebunan di Kabupaten Temanggung. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |