PKK Jepara Dorong Bank Sampah Hadir di Setiap Kecamatan untuk Kurangi Beban TPA

5 hours ago 3

Jepara, infojateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara mendorong penguatan pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga. Salah satunya dengan memperluas keberadaan bank sampah hingga ke setiap kecamatan.

Dorongan tersebut mengemuka dalam peringatan ke-54 Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Kabupaten Jepara di Pendopo Kartini Jepara, Senin (10/8/2026).

Ketua TP PKK Kabupaten Jepara Laila Saidah Witiarso mengatakan bank sampah menjadi salah satu inovasi PKK di bidang lingkungan. Program tersebut diarahkan untuk membangun kebiasaan masyarakat memilah sampah sekaligus mengelola sampah yang masih memiliki nilai ekonomi.

“Kita menggerakkan setiap kecamatan harus ada bank sampahnya,” kata perempuan yang akrab disapa Ella tersebut.

Menurut Ella, sampah yang masih memiliki nilai jual tidak seharusnya langsung dibuang. Sampah tersebut dapat dipilah dan disalurkan melalui bank sampah sehingga memiliki manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Upaya pengurangan sampah dari sumbernya juga sejalan dengan arahan Bupati Jepara Witiarso Utomo. Ia meminta kader PKK ikut menggerakkan masyarakat untuk membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah.

Bupati mengatakan sampah yang masih bernilai jual seharusnya tidak berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA). Ia menyebut volume sampah yang masuk ke TPA Jepara mencapai sekitar 150 ton setiap hari.

“TPA hampir setiap hari membuang sampah itu 150 ton,” kata Witiarso dalam sambutannya.

Menurut dia, sampah yang dibawa ke TPA idealnya hanya berupa residu atau sampah yang sudah tidak memiliki nilai guna maupun nilai jual.

“Yang dibawa ke TPA itu hanya residu, hal-hal yang memang sudah tidak laku dan tidak layak untuk diapakan,” ujarnya.

Witiarso juga meminta jajarannya menyiapkan mekanisme pengambilan sampah dari masyarakat. Dalam skema tersebut, pengepul atau pembeli sampah dapat dilibatkan sehingga masyarakat memiliki kepastian bahwa sampah yang telah dipilah dapat dijual.

Menurutnya, kepastian pembelian menjadi salah satu faktor penting untuk mendorong masyarakat konsisten memilah sampah. Selain membantu mengurangi volume sampah yang masuk TPA, hasil penjualan sampah juga dapat menjadi tambahan pendapatan bagi keluarga.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jepara Rini Patmini mengatakan volume sampah yang masuk ke TPA bersifat fluktuatif. Namun, rata-rata sekitar 150 ton sampah per hari masuk ke lahan uruk atau landfill TPA.

“Fluktuatif, untuk sampah yang masuk di TPA. Itu rata-rata 150 ton yang masuk ke lahan uruk (landfill) TPA,” kata Rini saat dihubungi melalui aplikasi pesan singkat.

Berdasarkan data DLH Jepara, total sampah yang masuk ke TPA mencapai 165,02 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sebanyak 156,52 ton per hari masuk ke landfill.

Sementara itu, sekitar 2,5 ton per hari masuk ke pengolahan organik atau kompos. Adapun enam ton per hari merupakan hasil pemulungan.

Di sisi lain, Jepara telah memiliki ratusan bank sampah unit (BSU). Data DLH mencatat terdapat 166 BSU pada 2026. Namun, dari jumlah tersebut baru 62 unit yang berstatus aktif, sedangkan 104 unit lainnya tidak aktif.

Jumlah BSU tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025 tercatat terdapat 163 BSU, dengan 56 unit aktif dan 107 unit tidak aktif.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam upaya memperluas pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Penguatan bank sampah di setiap kecamatan diharapkan tidak sekadar menambah jumlah unit, tetapi juga memastikan keberlanjutan aktivitasnya.

Selain pengelolaan sampah, TP PKK Jepara mengembangkan sejumlah inovasi lainnya. Di antaranya Caping PKK, Pojok Pelangi Kartini, dan PKK Sahabat Keluarga.

Ella menjelaskan Caping PKK memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam urusan administrasi kependudukan. Kader membantu warga memperoleh informasi serta mengakses dokumen kependudukan.

Sementara Pojok Pelangi Kartini menjadi ruang bagi anak untuk belajar, membaca, bermain, dan berimajinasi. Fasilitas tersebut turut diresmikan dalam rangkaian peringatan HKG PKK ke-54.

Adapun PKK Sahabat Keluarga ditujukan untuk mendampingi keluarga yang menghadapi persoalan sosial. Program tersebut juga menyasar keluarga dengan kerentanan ekonomi serta persoalan perempuan dan anak.

Ketua Panitia HKG PKK Jepara Syahnez Danniar Yusuf atau Inez Hajar mengatakan kegiatan hari pertama diikuti sekitar 250 peserta. Mereka berasal dari TP PKK kabupaten, kecamatan, serta organisasi perempuan.

Rangkaian kegiatan diisi dengan penyerahan hadiah sejumlah lomba dan pemberian apresiasi kepada 10 kader PKK yang telah mengabdi selama 20 tahun atau lebih.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan gelar wicara. Sesi pertama menghadirkan AKBP (Purn) Theresia Mastail sebagai narasumber dengan pembahasan mengenai peran ibu dan keluarga dalam mencegah kenakalan remaja.

Materi juga mencakup pencegahan penyalahgunaan narkoba dan penularan HIV.

Sesi berikutnya menghadirkan Dr. Dewi Motik Pramono, M.Si., dengan tema “Berkarya Nyata Sampai Akhir Masa”.

Rangkaian HKG PKK Jepara berlanjut di Pantai Bandengan, Selasa (11/8/2026). Sejumlah agenda disiapkan, mulai dari apel pagi, senam bersama, bersih pantai, hingga penanaman pohon.

Peserta juga dijadwalkan mengikuti sosialisasi kesiapsiagaan bencana dan sejumlah perlombaan. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |