Roadshow IFMAC & WOODMAC 2026 Digelar di Jepara, Dorong Inovasi Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu

4 hours ago 2

Jepara, infojateng.id – Menjelang pameran utama yang akan diselenggarakan pada September mendatang, Roadshow IFMAC & WOODMAC 2026 resmi digelar di Jepara pada Selasa (11/8/2026).

Mengusung tema “Kolaborasi, Inovasi, dan Peluang Bisnis untuk Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu”, kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi para pelaku industri, asosiasi, penyedia teknologi, akademisi, hingga pemangku kepentingan untuk saling bertukar informasi dan memperluas jaringan bisnis.

Melalui rangkaian roadshow ini, para peserta diajak mengenali tren industri terkini, perkembangan teknologi modern, serta berbagai program unggulan yang nantinya akan disajikan pada pameran utama IFMAC & WOODMAC 2026.

Acara diawali secara resmi dengan sambutan dari Ketua Umum Asosiasi Pengrajin Kayu Jepara (APKJ), Andriyan Susanto, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi presentasi dari para exhibitor dan praktisi industri.

Dalam sesi mengenai solusi modern dan teknologi terkini, sejumlah exhibitor ternama turut membagikan wawasan mendalam mengenai inovasi pendukung kemajuan industri furnitur.

Shinka Inti Pratama membawakan topik “Small Component, Big Impact: How High-Quality Fasteners Drive Furniture Excellence”, yang menyoroti pentingnya komponen pengikat berkualitas dalam meningkatkan standar furnitur.

Sementara itu, Zhongxuan CNC Machine memperkenalkan teknologi CNC Five-Axis Turning & Milling sebagai solusi produksi modern yang presisi dan efisien.

Di sisi lain, Pytha Asia Pte. Ltd. membahas pemanfaatan kecerdasan buatan dalam dunia desain lewat topik “PYTHA, Revolusi AI dalam Design Interior”.

Selain sesi presentasi teknologi dari para exhibitor, ArchLabs & Toekang Hub juga memperkenalkan rangkaian program spesial yang akan menyemarakkan ajang pameran mendatang, seperti AI Expo, Festival Design 2026, ArchLabs, serta Festival Toekang 2026 beserta berbagai kompetisi keterampilan industri.

Pelaksanaan roadshow di sentra industri Jepara ini menjadi jembatan penting menuju pameran puncak IFMAC & WOODMAC 2026 skala internasional yang akan diselenggarakan pada 23–26 September 2026 di Hall B3 & C3, JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Pameran tersebut akan menampilkan berbagai lini unggulan mulai dari mesin dan teknologi produksi seperti solusi pemotongan (cutting), permesinan CNC, dan finishing, hingga material, komponen, aksesori, bahan baku, serta perlengkapan furnitur pendukung lainnya.

Para pengunjung pameran tidak hanya dapat mengeksplorasi produk, tetapi juga menyaksikan demonstrasi mesin secara langsung, mengikuti technical session serta seminar industri, dan membangun jaringan melalui ajang business matching bersama pelaku bisnis dari dalam maupun luar negeri.

Melalui kolaborasi erat dengan asosiasi dan berbagai pemangku kepentingan, rangkaian roadshow ini diharapkan mampu memperkuat koneksi antar pelaku usaha sekaligus mendorong daya saing industri furnitur dan pengolahan kayu Indonesia di kancah global.

Andriyan Susanto mengatakan, sebagai organisasi yang anggotanya banyak bergerak di sektor produksi, kebutuhan terhadap inovasi mesin semakin besar.

“Kami di APKJ sangat antusias untuk hadir di acara Woodmac. Karena kami basisnya produksi, sehingga ingin mendapatkan inovasi dan meng-upgrade permesinan yang kami gunakan. Kami membutuhkan banyak tools yang bisa membantu mengefisiensi proses produksi,” ujarnya.

Salah satu teknologi yang menjadi perhatian adalah mesin Computer Numerical Control (CNC), termasuk mesin tiga axis dan lima axis yang dapat membantu proses pembentukan komponen furniture secara lebih presisi.

Namun, penerapan mesin tersebut di kalangan UMKM masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah kebutuhan infrastruktur listrik dan ruang produksi.

“Kalau yang tiga phase itu mungkin UMKM belum siap. Infrastruktur yang dibutuhkan cukup besar, space dan infrastruktur kelistrikannya harus besar,” katanya.

Karena itu, APKJ berharap produsen mesin dapat menghadirkan teknologi yang lebih sesuai dengan kondisi UMKM, termasuk mesin yang dapat menggunakan listrik satu phase.

“Kalau mesinnya nanti yang muncul satu phase, teman-teman APKJ akan sangat siap. Karena memang mesin itu sangat dibutuhkan hari ini,” ujarnya.

Penggunaan teknologi dinilai semakin penting seiring perkembangan industri furniture yang berlangsung cepat. Produsen dituntut terus melakukan inovasi agar proses produksi menjadi lebih efisien dan harga produk tetap kompetitif.

“Perkembangan furniture hari ini sangat cepat. Harus berinovasi dan mengambil langkah untuk efisiensi produksi sehingga harga bisa kompetitif,” kata Andriyan.

Selain persoalan efisiensi, kata dia, industri furniture juga menghadapi tantangan dalam mendapatkan tenaga kerja. Di Jepara, sektor furniture dikenal sebagai salah satu industri padat karya yang menyerap banyak tenaga kerja.

Kondisi tersebut mendorong pelaku usaha mulai memikirkan peralihan sebagian proses produksi dari tenaga manual menuju penggunaan mesin.

“Tenaga kerja yang kita butuhkan relatif lebih sulit hari ini. Apalagi di Jepara banyak industri padat karya yang menyerap ribuan karyawan. Sehingga para produsen memang harus mengambil langkah menuju industri yang lebih berbasis mesin untuk menyiasati kebutuhan tenaga kerja,” jelasnya.

Menurutnya, penggunaan mesin bukan berarti sepenuhnya menghilangkan peran manusia. Justru tenaga manusia nantinya dapat diarahkan pada pekerjaan yang membutuhkan keterampilan dan sentuhan akhir.

“Harapannya, tenaga kerja manusia nanti hanya proses assembling saja. Tetapi proses pembentukan komponen-komponennya sudah dilakukan oleh mesin,” katanya.

Saat ini, penggunaan teknologi dalam proses produksi furniture di kalangan pelaku usaha diperkirakan sudah berada pada kisaran seimbang antara mesin dan tenaga manusia.

“Yang umum terjadi hari ini mungkin sudah 50-50. Sudah 50 persen mesin, 50 persen tenaga manusia,” ujarnya.

Ke depan, penggunaan mesin diharapkan dapat meningkat hingga sekitar 80 persen dalam proses pembentukan komponen furniture.

IFMAC & WOODMAC 2026 akan berlangsung pada 23–26 September 2026 di Hall B3 & C3, JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Pameran tersebut akan menghadirkan beragam produk, teknologi, mesin, material, komponen dan aksesori, tools dan cutting solutions, finishing, hingga teknologi pendukung industri furnitur dan pengolahan kayu.

Pengunjung tidak hanya dapat melihat produk dan teknologi terbaru, tetapi juga menyaksikan demonstrasi mesin secara langsung, mengikuti seminar dan technical sessions, serta membangun jaringan bisnis dengan pelaku industri dari dalam dan luar negeri.

Kolaborasi dengan asosiasi dan berbagai pemangku kepentingan industri menjadi bagian penting dalam rangkaian IFMAC & WOODMAC 2026.

Roadshow di sejumlah sentra industri diharapkan dapat memperluas koneksi sekaligus membuka peluang baru bagi perkembangan industri furnitur dan pengolahan kayu Indonesia.

Registrasi pengunjung IFMAC & WOODMAC 2026 telah dibuka. Calon pengunjung dapat melakukan pendaftaran secara online melalui situs resmi IFMAC & WOODMAC.

Dengan hadirnya IFMAC Woodmac, pelaku industri furniture Jepara berharap dapat menemukan berbagai solusi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan UMKM.

Selain mesin produksi, keberadaan bahan baku, coating, engineering tools hingga software diharapkan semakin membuka peluang bagi industri furniture untuk melakukan transformasi menuju produksi yang lebih efisien, modern, dan kompetitif.(eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |