Blora, infojateng.id – Polres Blora memberikan edukasi kepada pelajar mengenai pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Sebanyak 89 siswa SMA Negeri 1 Blora mengikuti sosialisasi dan pelatihan pemahaman AI yang digelar Satuan Binmas Polres Blora, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut bertujuan meningkatkan literasi digital sekaligus memberikan pemahaman mengenai etika, batasan, dan tanggung jawab dalam menggunakan teknologi AI.
Selain para siswa, kegiatan juga diikuti kepala sekolah dan sejumlah guru SMAN 1 Blora.
Dalam sosialisasi tersebut, jajaran Polres Blora memberikan materi mengenai perkembangan teknologi AI serta cara memanfaatkannya secara sehat dan produktif.
Sejumlah personel yang hadir antara lain KBO Satbinmas Polres Blora Iptu Joko Edi P., KBO Sat Intelkam, KBO Satsamapta Ipda Andi Bagus, Kanit Kamsel Satlantas, PS Kanit Binpolmas Satbinmas, serta anggota tim trainer Polres Blora.
Materi utama mengenai etika pemanfaatan AI disampaikan KBO Satsamapta Polres Blora Ipda Andi Bagus.
Kapolres Blora AKBP Inggal Widya Perdana melalui Kasihumas Polres Blora AKP Midiyono mengatakan edukasi tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian mendampingi generasi muda menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat.
“Teknologi kecerdasan buatan berkembang sangat cepat. Melalui sosialisasi ini, kami ingin memastikan para siswa tidak hanya mahir memanfaatkan AI untuk mendukung pembelajaran, tetapi juga memahami etika, batasan, dan tanggung jawab hukum dalam menggunakannya,” ujar Midiyono.
Cegah Hoaks hingga Penyalahgunaan Data
Menurut Midiyono, literasi digital dan pemahaman mengenai etika AI penting diberikan sejak usia pelajar. Penggunaan teknologi tanpa pemahaman yang memadai berpotensi menimbulkan berbagai persoalan, termasuk kejahatan siber.
Ia menyebut penyebaran informasi palsu atau hoaks hingga penyalahgunaan data pribadi menjadi sejumlah risiko yang perlu diantisipasi.
“Pembekalan literasi digital dan pemahaman etika AI sejak dini sangat krusial guna membentengi para pelajar dari potensi kejahatan siber, seperti penyebaran informasi palsu atau hoaks maupun penyalahgunaan data,” katanya.
Karena itu, para pelajar didorong tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami dampak dari setiap aktivitas digital yang dilakukan.
Midiyono berharap siswa SMAN 1 Blora dapat menjadi bagian dari generasi yang mampu menggunakan AI secara bertanggung jawab.
“Kami berharap para siswa SMA Negeri 1 Blora dapat menjadi pelopor pemanfaatan teknologi yang sehat, bijak, dan produktif, sehingga kemajuan teknologi ini benar-benar membawa manfaat positif,” ujarnya. (eko/redaksi)

4 hours ago
3

















































