Tanpa Dukungan Anggaran Daerah, 43 Tim Tetap Antusias Ikuti Adhyaksa Cup 2026

8 hours ago 4

Pati, infojateng.id – Kompetisi sepak bola usia dini Adhyaksa Cup 2026 bakal menjadi ajang bergengsi bagi pemain muda untuk mengasah kemampuan sekaligus mengukur kualitas mereka di level nasional.

Turnamen yang mempertandingkan kelompok umur U-10 dan U-12 tersebut akan digelar mulai 29 Agustus hingga 6 September 2026. Sebanyak 43 tim dari tiga provinsi dan 10 kota di Indonesia dijadwalkan ambil bagian.

Menariknya, kompetisi tersebut digelar tanpa menggunakan anggaran APBD. Seluruh pembiayaan kegiatan, termasuk hadiah, bersumber dari dukungan sponsor. Total hadiah yang disiapkan mencapai Rp40 juta.

Ketua PSSI Kabupaten Pati Dian Dwi Budianto mengatakan, Adhyaksa Cup diharapkan tidak sekadar menjadi kompetisi, tetapi juga menjadi pintu masuk pembinaan sepak bola usia dini secara berkelanjutan.

“Harapan kami memang kita punya agenda tahunan, mulai dari U-10 sampai U-16. U-10 dan U-12 di Adhyaksa, kemudian kelompok senior di Bupati Cup. Untuk kelompok umur lainnya juga ada Liga Internal PSSI,” ujar Dian.

Menurutnya, setiap kompetisi nantinya akan disertai talent scouting untuk menemukan pemain-pemain potensial. Mereka yang dinilai memiliki kemampuan akan dihimpun dalam wadah Pusat Latihan (Puslat) PSSI Pati.

“Puslat ini menjadi wadah untuk pemain-pemain yang kita gembleng selama bertahun-tahun, dengan target nantinya bisa tampil di Popda maupun memperkuat Persipa Pati,” jelasnya.

Dian menyebut peserta Adhyaksa Cup datang dari berbagai daerah. Salah satu peserta terjauh bahkan berasal dari Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Selain itu terdapat peserta dari Jawa Timur, Semarang, Kudus, dan sejumlah daerah lainnya.

Khusus pemain asli Pati, panitia memberikan subsidi biaya pendaftaran hingga 50 persen. Kebijakan tersebut dilakukan agar semakin banyak pemain lokal yang berani tampil dan mendapatkan pengalaman menghadapi lawan dari luar daerah.

“Kami ingin anak-anak Pati bisa bertemu dengan pemain-pemain dari level nasional. Ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk mengukur kemampuan masing-masing,” katanya.

Sementara itu, Dewan Penasehat PSSI Pati Joni Kurnianto menyambut positif penyelenggaraan Adhyaksa Cup. Menurutnya, turnamen usia dini seperti ini sudah lama dibutuhkan untuk membangun fondasi sepak bola Pati.

“Ini suatu awalan yang bagus untuk Pati, khususnya kompetisi anak-anak U-10 dan U-12. Selama ini kompetisi seperti ini belum ada. Ini sangat baik karena kita bisa mencari bibit sejak awal sekaligus mengajarkan etika dalam bermain,” kata Joni.

Joni juga menekankan pentingnya menjaga sportivitas selama pertandingan. Ia berharap seluruh peserta, orang tua, pelatih, maupun suporter dapat menjaga suasana kompetisi tetap kondusif.

“Jangan sampai ada tawuran, jangan sampai memukul wasit. Tolong dijaga betul. Kita tunjukkan bahwa Pati itu baik, jangan sampai beritanya yang jelek-jelek terus,” tegasnya.

Ia menilai Adhyaksa Cup juga bisa menjadi momentum untuk membangun citra positif Kabupaten Pati melalui prestasi olahraga, khususnya sepak bola usia dini.

Joni menambahkan, pemain-pemain terbaik dari turnamen tersebut nantinya bisa menjadi bagian dari pembinaan Puslat PSSI Pati. Pemain lokal yang potensial akan dikumpulkan dan dibina secara berjenjang mulai dari U-12, U-14, U-16 hingga menuju level profesional.

“Yang bagus-bagus nanti kita cari dan kumpulkan, utamanya anak-anak asli Pati. Kita punya wadah Puslat di PSSI Pati yang akan terus membina mereka,” ungkapnya.

Terkait dukungan pemerintah daerah, Joni berharap keberhasilan Adhyaksa Cup dapat menjadi contoh bahwa kompetisi olahraga berkualitas juga bisa digelar melalui kolaborasi dan dukungan berbagai pihak.

“Pemkab dan DPRD sebenarnya bisa menganggarkan kegiatan seperti ini karena untuk masyarakat dan prestasi olahraga. Adhyaksa Cup ini luar biasa karena bisa terlaksana tanpa anggaran APBD, tetapi hadiahnya mencapai Rp40 juta. Tentu harus kita dukung,” pungkasnya.(tyo/lut)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |