Batang, infojateng.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah bersama pemerintah kabupaten/kota menggelar aksi bersih sampah di Pantai Jodo, Kabupaten Batang, Selasa (24/2/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menekan persoalan sampah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, penanganan sampah di Jawa Tengah perlu langkah nyata dari seluruh daerah, tidak hanya sebatas penandatanganan kerja sama atau memorandum of understanding (MoU).
Hingga saat ini baru 16 kabupaten/kota yang telah melakukan MoU terkait pengelolaan sampah. Namun, langkah tersebut harus segera diikuti dengan rencana aksi yang jelas.
“Jangan hanya sebatas MoU, tetapi harus ada action plan. Besok saya akan rapat dengan Menko, jadi saya minta para bupati dan wali kota segera memberikan data terkait sampah untuk kita bawa ke Jakarta,” jelas Luthfi.
Ia menjelaskan, produksi sampah di Provinsi Jawa Tengah mencapai sekitar 6,36 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut, baru sekitar 60 persen yang dapat diproses, sementara sisanya belum tertangani secara optimal.
Karena itu, penanganan darurat sampah menjadi perhatian pemerintah pusat dengan target pada 2029 Indonesia dapat mencapai kondisi zero sampah.
Luthfi juga menegaskan, bahwa Gerakan Jateng Asri yang melibatkan 35 kabupaten/kota bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan harus menjadi gerakan edukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap persoalan sampah.
“Kegiatan ini harus menjadi budaya bersama, bahwa sampah adalah persoalan yang harus kita selesaikan bersama-sama,” terangnya.
Selain itu, Pemprov Jateng juga mendorong program penghijauan di wilayah pesisir melalui penanaman mangrove. Hal ini dilakukan mengingat sekitar 920 kilometer garis pantai di Jawa Tengah terdampak rob.
Ia juga meminta kabupaten/kota yang memiliki wilayah pesisir untuk kembali menggalakkan penanaman mangrove.
Targetnya, penanaman mangrove dan tanaman pesisir dapat mencapai sekitar dua juta pohon.
Menurut Luthfi, upaya tersebut tidak hanya untuk menjaga lingkungan pesisir, tetapi juga sebagai langkah pencegahan bencana sekaligus mendukung pengendalian sampah di wilayah pantai.
Sementara itu, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengatakan, Pemkab Batang mendukung penuh gerakan penanganan sampah dari hulu hingga hilir melalui program kebersihan yang lebih masif.
Menurut dia, kegiatan bersih-bersih lingkungan sebenarnya sudah rutin dilakukan setiap Jumat pagi oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan akan diperluas hingga tingkat kecamatan dan desa.
“Ke depan akan kita masifkan lagi sampai ke tingkat kecamatan maupun desa. Apalagi menjelang Idul Fitri, kegiatan bersih-bersih akan kita lakukan secara rutin,” tegas bupati.
Bupati Faiz juga menjelaskan bahwa produksi sampah di Kabupaten Batang mencapai sekitar 428 ton per hari.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkab Batang menyiapkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sentul dengan kapasitas 100 hingga 120 ton per hari.
Saat ini, lanjut dia, proyek tersebut masih dalam tahap studi kelayakan dan perencanaan teknis, dengan target pembangunan dimulai pada Agustus dan diperkirakan selesai pada 2027.
“TPST Sentul nantinya diproyeksikan dapat melayani sekitar empat hingga lima kecamatan. Sementara itu, sebagian sampah lainnya masih akan ditangani di TPA Randukuning,” ungkapnya.
Pemkab Batang juga berencana bekerja sama dengan wilayah Pekalongan Raya serta pihak swasta dalam pengelolaan sampah, termasuk pengiriman sebagian sampah ke Pekalongan.
“Dengan langkah tersebut, kami optimistis sekitar 80 sampai 85 persen persoalan sampah di Kabupaten Batang bisa terselesaikan,” ujar Faiz.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan memanfaatkan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di kawasan perkotaan agar pengelolaan sampah dapat dilakukan sejak tingkat kelurahan dan desa.
Dalam kegiatan tersebut, sekitar 1.000 peserta dari berbagai unsur pemerintah dan masyarakat turut terlibat membersihkan sampah di kawasan Pantai Jodo. (eko/redaksi)

1 day ago
7

















































