Cilacap, infojateng.id – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Cilacap mulai mematangkan persiapan Estafet Tunas Kelapa (ETK) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 3-4 September 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-65 tingkat Jawa Tengah. Selain membawa simbol tunas kelapa, ETK diharapkan menjadi momentum memperkuat persaudaraan, semangat kebersamaan, dan pengabdian anggota Pramuka kepada masyarakat.
Persiapan kegiatan dibahas dalam rapat di Pendopo Sanggar Bakti Pramuka Kwarcab Cilacap, Senin (3/8/2026). Rapat dipimpin Ketua Harian Kwarcab Cilacap Sujito bersama jajaran pengurus.
Wakil Ketua Bidang Humas Kwarcab Cilacap Taryo mengatakan ETK tidak sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, kegiatan tersebut membawa pesan persatuan dan kepedulian sosial yang sejalan dengan nilai-nilai Dasa Darma Pramuka.
“Estafet Tunas Kelapa menjadi momentum memperkuat semangat persatuan, kebersamaan, dan pengabdian sesuai nilai-nilai Dasa Darma Pramuka,” ujar Taryo.
Dia berharap ETK juga memperkuat hubungan antara Gerakan Pramuka, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat.
Berangkat dari Cilacap, Berakhir di Banyumas
ETK tingkat Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah akan dilaksanakan secara serentak dari 14 titik Kwarcab. Seluruh rangkaian kemudian akan bermuara di Kabupaten Banyumas yang menjadi pusat peringatan Hari Pramuka tingkat Jawa Tengah.
Di Cilacap, pemberangkatan ETK dijadwalkan berlangsung di halaman Pendopo Wijayakusuma Cilacap, Kamis (3/9/2026).
Upacara pemberangkatan akan dipimpin Bupati Cilacap selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kabupaten Cilacap.
Setelah diberangkatkan, rombongan akan menempuh perjalanan menuju Kabupaten Banyumas. Prosesi timbang terima dengan Kwarcab Banyumas dijadwalkan berlangsung pada Jumat (4/9/2026).
Tempuh Tujuh Etape
Kwarcab Cilacap menyiapkan tujuh etape perjalanan selama dua hari. Rute tersebut akan melintasi sejumlah wilayah sebelum memasuki Kabupaten Banyumas.
Perjalanan dimulai dari wilayah Cilacap Tengah, kemudian menuju Cilacap Utara, Kesugihan, Adipala, Kroya, Sampang hingga berakhir di Cindaga, Kabupaten Banyumas.
Peserta ETK akan melibatkan anggota Pramuka dari golongan Penggalang, Penegak, dan Pandega.
Selain itu, kegiatan juga akan diikuti peserta penggembira dari unsur pembina Pramuka, organisasi perangkat daerah, instansi pemerintah, komunitas, serta masyarakat umum.
Keterlibatan berbagai elemen tersebut diharapkan membuat ETK tidak hanya menjadi agenda internal Gerakan Pramuka, tetapi juga menjadi ruang interaksi dan kebersamaan dengan masyarakat.
Dimeriahkan Aksi Sosial
Kwarcab Cilacap juga menyiapkan sejumlah kegiatan pendukung selama pelaksanaan ETK. Di antaranya bakti sosial berupa donor darah yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cilacap, pemeriksaan kesehatan, serta pembangunan tempat wudu.
Kegiatan juga akan dimeriahkan pertunjukan seni dan budaya sebagai bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan kekayaan budaya daerah.
Taryo mengatakan berbagai kegiatan pendukung tersebut diharapkan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Menurut dia, semangat Pramuka tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Bawa Semangat Dasa Darma
Melalui ETK 2026, Kwarcab Cilacap ingin menanamkan kembali nilai gotong royong, persaudaraan, kedisiplinan, dan kepedulian sosial kepada generasi muda.
Estafet Tunas Kelapa sekaligus menjadi simbol perjalanan bersama anggota Pramuka dalam menjaga persatuan dan mengamalkan nilai-nilai Dasa Darma.
“ETK ini diharapkan dapat mempererat sinergi antara Gerakan Pramuka, pemerintah, dan masyarakat,” kata Taryo.
Kwarcab Cilacap memastikan berbagai persiapan akan terus dimatangkan hingga hari pelaksanaan agar seluruh rangkaian ETK 2026 berjalan aman, tertib, dan lancar.
Dari Cilacap menuju Banyumas, tunas kelapa akan diestafetkan bukan hanya sebagai simbol Gerakan Pramuka, tetapi juga membawa pesan persaudaraan dan semangat pengabdian bagi masyarakat. (eko/redaksi)

2 hours ago
11

















































