Jepara, infojateng.id – Mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) Jepara Bhavana bergerak bersama masyarakat untuk menjaga kawasan pesisir sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi warga di Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara.
Sejumlah program pengabdian digelar sejak akhir Juli hingga awal Agustus 2026. Kegiatan tersebut menyasar persoalan lingkungan, kesehatan masyarakat hingga penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Salah satu kegiatan utama dilakukan melalui aksi penghijauan di kawasan pesisir. Tim KKN UGM bersama warga menanam 80 bibit mangrove dan 20 pohon cemara di Pantai Ujung Piring, baru-baru ini.
Penanaman kemudian dilanjutkan dengan 130 pohon cemara di sepanjang Sungai Mlonggo, Desa Jambu. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mitigasi abrasi yang selama ini mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya nelayan.
Perwakilan Tim KKN-PPM UGM Jepara Bhavana, Muhammad Anis Husein, mengatakan respons masyarakat terhadap kegiatan penghijauan tersebut cukup baik.
“Respon warga sangat baik, khususnya di Sungai Mlonggo karena lokasi tersebut dekat dengan pelabuhan perahu. Adanya abrasi sangat mengganggu nelayan, sehingga penanaman ini diharapkan membantu nelayan agar bisa terus melaut,” ujarnya.
Kegiatan penanaman melibatkan sekitar 30 mahasiswa dan 30 warga. Sejumlah unsur pemerintah dan aparat turut hadir, mulai dari Kecamatan Mlonggo, Polsek, Koramil hingga Dosen Pembimbing Lapangan.
Program KKN UGM tidak berhenti pada isu lingkungan. Mahasiswa juga menggelar kegiatan sosial dan kesehatan di Balai Desa Karanggondang, Sabtu (1/8/2026).
Warga diajak mengikuti jalan sehat dan anak-anak sekolah dasar kelas 1 hingga 3 mengikuti lomba mewarnai.
Tim KKN juga membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Sekitar 300 strip pemeriksaan gula darah disiapkan untuk masyarakat.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong kesadaran masyarakat terhadap kesehatan sekaligus mempererat interaksi mahasiswa dengan warga desa.
Di sektor ekonomi, mahasiswa KKN UGM menggandeng Dekranasda dan Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermades) Provinsi Jawa Tengah untuk menggelar workshop strategi pemasaran bagi pelaku UMKM.
Pelatihan tersebut diarahkan agar pelaku usaha mampu memasarkan produknya dengan strategi yang lebih sederhana dan efektif, termasuk memanfaatkan perkembangan teknologi dan media digital.
Petinggi Desa Karanggondang, Ali Ronzi, menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN UGM. Menurutnya, berbagai program yang dijalankan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus membantu desa mengembangkan sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi.
“Kami sangat mendukung, karena kehadiran KKN ini membawa banyak progres dan keuntungan untuk desa kami, baik dari sisi teknologi maupun ilmu. Kami bahkan dibantu membuat profil desa untuk lomba desa,” katanya.
Dia berharap kerja sama antara pemerintah desa dan UGM dapat berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.
Menurutnya, keberlanjutan kolaborasi penting agar pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang dibawa mahasiswa tidak berhenti setelah program KKN selesai.
Rangkaian kegiatan KKN-PPM UGM Jepara Bhavana tersebut menjadi contoh kolaborasi perguruan tinggi dan masyarakat dalam menangani persoalan desa, mulai dari ancaman abrasi, peningkatan kesadaran kesehatan hingga penguatan ekonomi warga.
Dengan melibatkan masyarakat sejak tahap pelaksanaan, program tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan pengabdian sementara, tetapi dapat memberi dampak yang berkelanjutan bagi lingkungan dan kehidupan warga Mlonggo.(eko/redaksi)

10 hours ago
2

















































