Perhutani-BPBD Temanggung Siaga Hadapi Ancaman Karhutla

2 hours ago 9

Temanggung, infojateng.id – Memasuki puncak musim kemarau, potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mulai diantisipasi secara serius.

Karena itu, perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara memperketat patroli dan pemantauan di sejumlah kawasan hutan yang dinilai rawan kebakaran.

Langkah tersebut dilakukan menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dan kering. Kondisi tersebut meningkatkan risiko kebakaran, terutama di kawasan hutan dan lereng pegunungan.

Wakil Administratur KPH Kedu Utara, Bambang Setyawan, mengatakan Perhutani telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Karhutla dengan melibatkan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) serta pengelola basecamp pendakian.

“Perhutani juga memperkuat koordinasi dengan BPBD, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan berbagai pihak untuk memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan,” kata Bambang, Senin (3/8/2026).

Menurut dia, sejumlah langkah antisipasi telah dilakukan, mulai dari pemetaan wilayah rawan kebakaran, patroli rutin, hingga pemantauan Forest Danger Index (FDI) untuk mengetahui tingkat bahaya kebakaran.

Sosialisasi kepada masyarakat juga terus digencarkan. Perhutani meminta warga yang tinggal di sekitar kawasan hutan maupun yang melakukan aktivitas di dalam hutan untuk meningkatkan kewaspadaan.

Bambang menegaskan, pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk menekan risiko karhutla. Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun menyalakan api sembarangan di kawasan hutan.

“Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di kawasan hutan,” ujarnya.

Kewaspadaan serupa disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung. Masyarakat diminta mewaspadai dampak musim kemarau, terutama kekeringan dan meningkatnya potensi kebakaran hutan.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Temanggung, Totok Nursetyanto, meminta masyarakat yang beraktivitas di kawasan lereng gunung turut menjaga keamanan lingkungan.

Tak hanya warga sekitar hutan, imbauan juga ditujukan kepada para pendaki agar tidak meninggalkan sumber api maupun puntung rokok yang berpotensi menjadi pemicu kebakaran.

Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran terbuka selama kondisi cuaca panas dan kering.

“Jangan membuang puntung rokok sembarangan, menyalakan api di area hutan, maupun melakukan pembakaran terbuka yang dapat memicu kebakaran,” kata Totok.

Menurutnya, meningkatnya risiko kebakaran selama musim kemarau membutuhkan kewaspadaan bersama. Penanganan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat.

Sinergi antara Perhutani, BPBD, TNI, Polri, pemerintah daerah, pengelola pendakian, serta masyarakat diharapkan dapat mencegah terjadinya kebakaran sekaligus menjaga kelestarian kawasan hutan di Kabupaten Temanggung.

Pencegahan sejak dini dinilai penting agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan kerusakan lingkungan maupun mengganggu aktivitas masyarakat. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |