YOGYAKARTA, iNews.id - Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Diseminasi Hasil Pengabdian Masyarakat melalui Kolaborasi Internasional”.
Kegiatan yang digelar secara daring, Kamis (6/8/2026) itu, merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Dalam Negeri-Equity 2025-2026 berjudul “Penguatan Tata Kelola Administrasi Desa Berbasis Transparansi dan Akuntabilitas untuk Mendukung Infrastruktur Pemerintahan Desa yang Inovatif dan Berintegritas di Desa Logandeng”.
Baca Juga
Kapolri Tegaskan Polri di Bawah Presiden, Pengamat: Jalan Pengabdian kepada Rakyat
Program PKM yang dikoordinasikan oleh Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) UNY ini dilaksanakan di Kalurahan Logandeng, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Secara strategis, kegiatan ini menyasar capaian Sustainable Development Goals (SDG) 1 (Tanpa Kemiskinan), yang bertaut pada SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui digitalisasi administrasi desa, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) lewat kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah desa, dan mitra internasional.
Baca Juga
19 Tahun Pengabdian, Ditjen Bimas Buddha Dirikan 49 Pendidikan Keagamaan
FGD ini menghadirkan Shahrin bin Hashim, BBA (Hons), MEd, dosen Universiti Teknologi Malaysia (UTM), sebagai narasumber, yang memaparkan perspektif internasional dalam penguatan tata kelola administrasi dan pelayanan publik berbasis digital di tingkat pemerintahan desa.
Kegiatan dipimpin oleh Dr Sutirman MPd, selaku Ketua Tim Pelaksana PkM sekaligus dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNY, bersama anggota tim Dr Arwan Nur Ramadhan MPd, dan Dr Riana Isti Muslikhah MPd.
Turut hadir mahasiswa pelaksana program antara lain Umar Yeni Suyanto, Niken Purnamasari, dan Hilmy Pradana Sundawan, serta sejumlah dosen dan mahasiswa FEB UNY lain yang berpartisipasi aktif dalam diskusi.
Forum ini menjadi ruang diseminasi atas intervensi tata kelola yang dilakukan tim UNY di Kalurahan Logandeng, wilayah dengan populasi lebih dari 6.000 jiwa yang sebelumnya menghadapi tantangan seperti pengelolaan arsip bercampur manual-digital, minimnya Standar Operasional Prosedur (SOP) baku, serta masih lemahnya Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) desa.
Kondisi tersebut menjadi krusial mengingat data Indonesia Corruption Watch (ICW) mencatat 352 kasus korupsi desa di Indonesia pada kurun 2018–2022 akibat lemahnya sistem administrasi dan pengawasan internal.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
















































