Selaraskan Harapan dan Pembangunan Melalui Musrenbang Anak

9 hours ago 4

Batang, infojateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang berupaya memberikan ruang bagi anak agar suara mereka didengar melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

Puluhan anak yang tergabung dalam Forum Anak Batang pun memanfaatkannya, untuk menuangkan ide sehingga selaras antara harapan anak dengan konsep pembangunan daerah di masa depan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Batang Bagus Pambudi mengatakan, Musrenbang ini memang digelar untuk mendengarkan aspirasi anak dalam menyampaikan ide dan gagasan.

“Kami berikan ruang partisipatif bagi anak-anak di Kabupaten Batang, untuk menyampaikan aspirasinya terkait kebutuhan nyata langsung kepada pemangku kebijakan,” kata Bagus, saat ditemui di Aula Kantor Bupati Batang, Selasa (3/3/2026).

Musrenbang ini merupakan upaya Pemda untuk memastikan perencanaan pembangunan yang inklusif dan ramah anak.

“Tujuan utamanya hanya satu yakni mewujudkan Kabupaten Batang Layak Anak,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Bunda Forum Anak Batang Faelasufa Faiz Kurniawan yang menjabarkan strategi mewujudkan Kabupaten Batang Layak Anak.

“Yang pasti anak harus tahu haknya agar terpenuhi, maka sebagai pemangku kebijakan Pemda senantiasa menghargai hak tersebut dan memenuhinya dalam bentuk kebijakan yang pro hak anak,” jelasnya.

Ketua Forum Anak Batang Caroline Kristaniaraga mengapresiasi digelarnya Musrenbang yang berfokus pada isu-isu seputar hak anak.

Musrenbang ini bisa menjembatani antara permasalahan seputar hak anak hingga menemukan solusi terbaik, demi terwujudnya Kabupaten Layak Anak.

“Musrenbang ini jadi ajang mendengarkan suara anak-anak Kabupaten Batang. Kami punya banyak keinginan, cuma belum punya wadahnya, di sisi lain masih ada yang terkadang terbesit rasa takut untuk mengutarakan keinginannya, karena faktor keamanan di ruang publik maupun dunia maya,” ungkapnya.

Sebagai perwakilan Forum Anak, ia tetap mengharapkan anak-anak di Kabupaten Batang berani mengungkapkan keinginannya tanpa dibebani rasa cemas.

“Apapun yang kita sampaikan itu merupakan bentuk kepedulian kita dengan masa depan kabupaten Batang yang lebih ramah anak,” ungkapnya.

Sementara itu, Fasilitator Forum Anak Jawa Tengah, Kristina Setianingrum mengapresiasi karena anak dilibatkan dalam perumusan sebuah rencana program pembangunan beberapa tahun ke depan.

“Kita dengar apa keinginan mereka, lalu isu-isu seputar anak yang perlu dicermati, dan ditindaklanjuti dalam bentuk kebijakan yang mendukung Kabupaten Layak Anak,” tuturnya.

Menurutnya, Musrenbang menjadi ruang yang aman bagi mereka untuk menuangkan ide dan gagasan yang mendukung kebutuhan maupun haknya.

“Setelah mendengar langsung suara mereka, saya yakin Pemkab Batang akan mampu menjembatani keinginan anak dan merealisasikannya dalam bentuk kebijakan,” imbuhnya.

Spesialis Perlindungan Anak Wilayah Jateng/DIY, Unicef Indonesia Naning Puji Yulianingsih mengapresiasi kepada Pemkab Batang yang telah membuka ruang diskusi anak melalui Musrenbang Anak.

“Beberapa isu hangat yang bisa diangkat seputar kekerasan, perundungan, pernikahan di bawah umur, serta mereka yang tergolong berkebutuhan khusus untuk mendapatkan perhatian lebih,” tandasnya. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |