218 Tumpeng Meriahkan Maulid Nabi di Blora, Bupati Ikut Lesehan Bersama Warga

15 hours ago 4

Blora, infojateng.id – Tradisi Tumpengan Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW kembali digelar masyarakat Desa Cabak, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora.

Tahun ini, sebanyak 218 tumpeng disajikan dalam kegiatan yang berlangsung di Pondok Pesantren (Ponpes) Baitul Hikmah, Minggu (23/8/2026) malam.

Tumpengan Akbar tersebut telah memasuki tahun keenam. Ratusan tumpeng atau ambeng disiapkan secara gotong royong oleh masyarakat sekitar pesantren. Sejumlah warga dari luar daerah juga turut hadir dan berpartisipasi.

Dari 218 tumpeng yang disajikan, sebanyak 15 ambeng menggunakan beras organik. Hal tersebut menjadi salah satu bentuk kreativitas masyarakat dalam memeriahkan tradisi tahunan tersebut.

Bupati Blora Arief Rohman hadir dalam kegiatan tersebut bersama jajaran Forkopimcam Jiken, Kepala Desa Cabak, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga.

Arief mengapresiasi kekompakan masyarakat Desa Cabak yang mampu mempertahankan tradisi Tumpengan Akbar sebagai bagian dari peringatan Maulid Nabi.

“Saya apresiasi atas guyup rukunnya masyarakat Cabak. Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, masyarakat mengadakan acara Tumpengan Akbar ini,” ujar Arief.

Ia berharap tradisi tersebut dapat terus dipertahankan dan berkembang sehingga pelaksanaannya semakin meriah pada tahun-tahun mendatang.

“Semoga tahun depan semakin meriah dan bisa tembus menjadi 300 tumpeng. Ini menjadi rasa syukur bersama seluruh masyarakat Desa Cabak. Semoga semuanya dikaruniai kesehatan dan keberkahan,” katanya.

Usai rangkaian acara, Arief tidak langsung meninggalkan lokasi. Ia memilih membaur bersama warga dengan duduk lesehan, membuka tumpeng, dan menikmati hidangan bersama.

Suasana tersebut membuat tidak ada sekat antara pejabat, tokoh masyarakat, dan warga. Semuanya duduk bersama menikmati makanan yang disiapkan secara gotong royong.

Pengasuh Ponpes Baitul Hikmah KH Moh. Masngud mengapresiasi kehadiran Bupati Blora yang dinilai selalu menyempatkan diri hadir dalam kegiatan tersebut.

“Maturnuwun Bapak Bupati selalu menyempatkan hadir dalam acara Tumpengan Akbar Desa Cabak. Pak Arief bareng-bareng sama semua masyarakat ikut lesehan, makan tumpeng, ikut buntel berkat pakai daun jati untuk dibawa pulang,” ungkapnya.

Menurut Masngud, Tumpengan Akbar telah menjadi agenda tahunan selama enam tahun. Jumlah tumpeng yang disajikan juga terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan. Salah seorang warga, Nasha, mengaku senang dapat kembali mengikuti tradisi tersebut.

“Suasana malam ini seru dan ramai. Semuanya senang bisa mengikuti Tumpengan Akbar tahunan. Semoga bisa mengikuti lagi tahun depan dan semakin meriah,” tuturnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Moh. Masngud. Setelah itu, warga bersama-sama membuka tumpeng dan menikmati hidangan secara lesehan.

Satu tumpeng rata-rata dapat dinikmati oleh sekitar delapan hingga 10 orang. Setelah makan bersama, warga kemudian membungkus atau buntel berkat untuk dibawa pulang dengan menggunakan daun jati.

Pemandangan kebersamaan terlihat semakin kuat ketika warga memenuhi kawasan sekitar Ponpes Baitul Hikmah. Jalan dan lorong di sekitar pesantren dipenuhi tumpeng dan warga yang duduk lesehan dengan tertib.

Bagi masyarakat Desa Cabak, Tumpengan Akbar bukan sekadar tradisi memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan tersebut menjadi ruang mempererat silaturahmi, menjaga gotong royong, serta menumbuhkan rasa syukur dan kebersamaan.

Memasuki tahun keenam dengan 218 tumpeng, masyarakat Desa Cabak berharap tradisi tersebut terus berkembang dan semakin meriah, tanpa kehilangan nilai kebersamaan yang menjadi ruh kegiatan. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |