Pati, infojateng.id – Pelaksana tugas (Plt.) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mendorong pengembangan ekosistem esports di Kabupaten Pati untuk membuka ruang bagi generasi muda mengasah talenta digital sekaligus melahirkan atlet berprestasi.
Menurut Chandra, esports tidak semestinya hanya dipandang sebagai aktivitas hiburan. Dengan pembinaan dan kompetisi yang berkelanjutan, esports dapat menjadi jalur prestasi bagi generasi muda.
“Generasi muda Kabupaten Pati harus terus diberikan wadah dan sarana untuk mengembangkan talenta. Esports tidak sekadar hobi, tetapi bisa menjadi prestasi yang membanggakan,” ujar Chandra di sela membuka babak puncak Pati Esports Tournament 2026 di Pendopo Kabupaten Pati, Minggu (23/8/2026).
Ia mengatakan, menjadi atlet esports membutuhkan sejumlah kemampuan, mulai dari konsentrasi, strategi, kecerdasan, hingga koordinasi motorik.
Karena itu, Chandra berharap kompetisi esports di Pati tidak berhenti pada satu penyelenggaraan. Ia mendorong agar Pati Esports Tournament dapat menjadi agenda tahunan sehingga proses pencarian dan pembinaan atlet dapat dilakukan secara berkelanjutan.
“Jangan hanya berhenti di turnamen ini. Saya berharap kegiatan ini menjadi agenda tahunan dan bisa mencetak atlet yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tuturnya.
Peserta Diminta Junjung Sportivitas
Selain kemampuan teknis, Chandra mengingatkan peserta untuk menjaga sikap dan sportivitas selama pertandingan.
Ia meminta peserta tidak berlebihan ketika meraih kemenangan dan menjadikan kekalahan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan.
“Ketika menang, tetap rendah hati. Ketika gagal, jadikan itu sebagai pemicu untuk terus bersemangat dan memperbaiki diri,” pesannya.
Babak puncak Pati Esports Tournament 2026 mempertemukan 16 tim Mobile Legends dan 24 tim Free Fire yang lolos dari tahap kualifikasi.
Para peserta bersaing memperebutkan juara pertama, kedua, dan ketiga dengan hadiah berupa uang pembinaan, trofi, serta piagam penghargaan.
Sebelum memasuki babak puncak, kompetisi tersebut diikuti 128 tim dari jenjang SMP/MTs hingga SMA/SMK/MA se-Kabupaten Pati. Tahap kualifikasi dilaksanakan secara daring.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 74 tim mengikuti kategori Mobile Legends dengan lima pemain per tim, sedangkan 54 tim mengikuti kategori Free Fire dengan empat pemain per tim.
Kompetisi tersebut menjadi salah satu wadah bagi pelajar dan generasi muda Pati untuk mengembangkan kemampuan di bidang esports sekaligus membangun pengalaman bertanding secara kompetitif.
Babak puncak Pati Esports Tournament 2026 turut dihadiri jajaran Forkopimda, jajaran Polresta Pati, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta perwakilan DPRD Kabupaten Pati. (eko/redaksi)

16 hours ago
3

















































