Kendal, infojateng.id – Polres Kendal memperkuat kemitraan dengan komunitas ojek online (ojol) untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Para pengemudi ojol diajak menjadi bagian dari jejaring informasi kepolisian karena memiliki mobilitas tinggi dan bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Upaya tersebut dilakukan melalui silaturahmi dan koordinasi Polres Kendal bersama komunitas ojol se-Kabupaten Kendal di Lapangan Indoor Polres Kendal, Sabtu (22/8/2026). Pertemuan dihadiri perwakilan komunitas Grab dan ojol dari Kendal, Weleri, Sukorejo, Boja hingga Kaliwungu.
Kapolres Kendal AKBP Ratna Quratul Ainy mengatakan, kepolisian membuka ruang komunikasi seluas-luasnya dengan komunitas ojol untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan di wilayah Kendal.
“Polres Kendal membuka ruang komunikasi yang seluas-luasnya dalam rangka menjaga Kamtibmas. Kami juga mempersilakan rekan-rekan Ojol untuk memanfaatkan Polsek jajaran sebagai tempat singgah atau mangkal saat bekerja, tentunya dengan tetap memperhatikan ketertiban dan pelayanan kepolisian,” ujar Ratna.
Menurutnya, pengemudi ojol memiliki mobilitas tinggi sehingga dapat menjadi mitra strategis polisi dalam mendeteksi berbagai persoalan yang terjadi di lapangan.
Para pengemudi juga diminta segera melaporkan apabila menemukan potensi gangguan keamanan, kecelakaan lalu lintas maupun persoalan sosial.
Untuk mempercepat pelaporan, pengemudi ojol dapat memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 yang bebas pulsa maupun jalur komunikasi langsung dengan Kapolres dan Kasat Binmas.
Ratna juga mengingatkan komunitas ojol agar tidak mudah terpengaruh informasi negatif atau provokatif yang beredar di media sosial.
Menurut dia, informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan sebaiknya diklarifikasi terlebih dahulu melalui sumber yang dapat dipercaya.
Pesan tersebut mendapat respons positif dari perwakilan komunitas ojol, Fery dan Fatikin. Mereka mengapresiasi pendekatan humanis yang dilakukan Polres Kendal sekaligus ruang komunikasi yang dibuka bagi para pengemudi.
“Kami berterima kasih atas penyambutan dari Ibu Kapolres beserta jajaran. Kami siap bersinergi dan menjadi ‘mata dan telinga’ Polri di lapangan. Apabila kami mengetahui adanya potensi gangguan Kamtibmas maupun pelanggaran lalu lintas, kami akan segera menginformasikannya,” kata salah satu perwakilan.
Komunitas ojol juga menilai profesi mereka memiliki sejumlah risiko, mulai dari kecelakaan lalu lintas hingga potensi menjadi sasaran kejahatan.
Risiko tersebut dinilai semakin perlu diantisipasi seiring berkembangnya Kendal sebagai kawasan industri yang mendorong peningkatan mobilitas dan kepadatan lalu lintas.
Dalam pertemuan itu, komunitas ojol menyatakan kesiapan untuk membantu kepolisian memberikan informasi awal mengenai gangguan kamtibmas maupun pelanggaran lalu lintas. Mereka juga berkomitmen tidak terlibat dalam provokasi yang dapat memicu keresahan masyarakat.
Melalui pertemuan tersebut, Polres Kendal dan komunitas ojol sepakat memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan sekaligus keselamatan berlalu lintas.
Kemitraan itu diharapkan membuat komunitas ojol semakin aktif menjadi jejaring informasi masyarakat, sementara kepolisian dapat merespons lebih cepat berbagai potensi gangguan di lapangan.
Dengan kolaborasi tersebut, Polres Kendal berharap kehadiran polisi semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan situasi Kabupaten Kendal tetap aman, tertib, damai, serta kondusif. (eko/redaksi)

1 day ago
12

















































