Pameran UMKM HUT ke-81 Jateng Catat Transaksi Rp1,165 Miliar

19 hours ago 4

Semarang, infojateng.id – Pameran Program dan UMKM dalam rangka Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah tidak hanya mencatat tingginya jumlah pengunjung dan transaksi. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar hingga ke tingkat internasional.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, keberhasilan pameran harus diukur dari dampak yang dirasakan pelaku usaha, terutama dalam peningkatan skala bisnis dan jangkauan pasar.

Hal itu disampaikan Taj Yasin saat menutup Pameran Program dan UMKM HUT ke-81 Provinsi Jawa Tengah di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Sabtu (22/8/2026). Ia hadir mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Menurut Taj Yasin, salah satu indikator keberhasilan pameran terlihat dari adanya produk UMKM Jawa Tengah yang mulai menembus pasar luar negeri. Salah satunya produk jamu yang disebut telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan mitra dari Malaysia.

“Bukan hanya pengunjungnya yang banyak, bukan hanya hasilnya yang melimpah, tetapi ada peningkatan. Dan itu nyata. Ada salah satu jamu yang menyampaikan kepada kami akan MoU dengan Malaysia,” ujar Taj Yasin.

Ia menilai capaian tersebut menunjukkan pameran dapat menjadi pintu masuk bagi UMKM untuk meningkatkan skala usaha. Pelaku usaha yang sebelumnya hanya mengandalkan pasar lokal memiliki peluang memperluas pemasaran ke tingkat nasional hingga mancanegara.

“Artinya kita mengantarkan para pelaku UMKM kita yang skala kecil menjadi menengah, menengah menjadi besar. Yang awalnya hanya di sekitar kabupaten/kota, lompatannya bukan hanya di tingkat provinsi, tetapi sampai ke luar negeri,” katanya.

Pameran tahun ini juga diikuti peserta dari sejumlah provinsi di luar Jawa Tengah, termasuk dari wilayah Kalimantan dan Sumatera. Kehadiran peserta lintas daerah tersebut dinilai menunjukkan semakin luasnya daya tarik kegiatan UMKM Jawa Tengah.

Taj Yasin berharap penyelenggaraan tahun depan tidak hanya mampu meningkatkan jumlah pengunjung, tetapi juga mendorong transaksi yang lebih besar bagi pelaku UMKM.

“Bukan hanya menarik pengunjungnya, tetapi juga menarik untuk membelanjakan uangnya di UMKM kita. Bagaimanapun juga ini bagian dari menyejahterakan UMKM, menyejahterakan masyarakat Jawa Tengah, dan bagian dari pengentasan kemiskinan,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi pelayanan organisasi perangkat daerah (OPD), khususnya dalam memfasilitasi UMKM yang ingin mengembangkan pasar hingga ekspor.

Menurutnya, penguatan UMKM penting karena sektor tersebut memiliki daya tahan dalam menghadapi berbagai tekanan ekonomi, termasuk krisis moneter dan pandemi Covid-19.

Dalam rangkaian kegiatan itu, Pemprov Jawa Tengah juga menjalin kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Kerja sama tersebut diharapkan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk UMKM sekaligus mendorong peningkatan omzet penjualan.

Transaksi Tembus Rp1,165 Miliar

Pameran UMKM HUT ke-81 Jateng juga mencatat transaksi yang cukup signifikan. Dalam rangkaian Dekranasda Expo, omzet pada hari pertama mencapai sekitar Rp200 juta, hari kedua sekitar Rp165 juta, sedangkan hingga Sabtu sore hari ketiga mencapai sekitar Rp300 juta.

Secara keseluruhan, hingga menjelang penutupan, jumlah pengunjung mencapai sekitar 15.159 orang, dengan nilai transaksi penjualan tercatat sekitar Rp1,165 miliar.

Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah Desy Arijani mengatakan, pameran dirancang dengan konsep zonasi tematik agar masyarakat mendapatkan pengalaman yang lebih beragam sekaligus memberikan ruang promosi lebih luas bagi pelaku UMKM.

“Konsep pameran adalah dengan zonasi tematik, meliputi zona Dekranasda Expo, zona kuliner dan jamu, zona program, zona tematik UMKM binaan Bank Jateng, serta zona mobil pelayanan,” kata Desy.

Pameran tersebut diikuti 221 stan, terdiri atas 35 stan Dekranasda Expo, 50 stan zona komersial dan jamu, 110 stan zona program, 20 stan zona tematik UMKM binaan Bank Jateng, serta enam unit mobil pelayanan dari OPD teknis.

Selama tiga hari pelaksanaan, panitia juga menggelar berbagai kegiatan pendukung, antara lain lomba memasak ikan bagi siswa SMK, job fair yang melibatkan 40 perusahaan, lomba mural tingkat SMA sederajat, lomba menggambar tingkat SD sederajat, lomba stan terbaik, hiburan musik, serta nonton bareng film-film lawas setiap malam.

Pada penutupan, panitia turut mengumumkan para pemenang lomba sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas, keberanian, dan inovasi peserta selama pameran.

Desy berharap kegiatan tersebut dapat menjadi momentum strategis untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor UMKM sekaligus memperluas kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

“Kami berharap kegiatan pameran ini dapat menjadi momentum strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya sektor UMKM, serta mempererat kolaborasi antara instansi, pelaku usaha, dan masyarakat Jawa Tengah,” katanya. (one/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |