280 Paket Perlengkapan Sekolah Disalurkan untuk Siswa SD di Kutawaru Cilacap

2 hours ago 1

Cilacap, infojateng.id – Sebanyak 280 paket perlengkapan sekolah disalurkan kepada siswa sekolah dasar di wilayah Kutawaru dan Donan, Kecamatan Cilacap Tengah. Bantuan tersebut berupa tas, sepatu, dan tumbler untuk menunjang kebutuhan belajar siswa.

Bantuan diserahkan Pelaksana tufas (Plt.) Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya di SD Negeri Kutawaru 01, Rabu (2/9/2026).

Penyerahan turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap Paiman, Camat Cilacap Tengah Agung Wibowo, Lurah Kutawaru Edy Harjanto, serta korwil bidang pendidikan wilayah setempat.

Bantuan diberikan kepada siswa SD Negeri Kutawaru 01 hingga 05 serta SD Negeri Donan 01. Dari total penerima, 60 siswa menerima bantuan secara langsung dalam kegiatan tersebut.

Ammy mengatakan, bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan semangat dan kepercayaan diri siswa dalam mengikuti pembelajaran.

Ia meminta agar perlengkapan yang diberikan benar-benar sesuai ukuran dan berkualitas sehingga dapat digunakan secara optimal.

“Jangan sampai anak-anak mendapat bantuan, tetapi tidak dipakai karena malu atau ukurannya tidak sesuai. Saya minta barangnya berkualitas dan detail ukurannya harus diperhatikan,” ujarnya.

Sementara Kepala SD Negeri Kutawaru 03 Agus Setiarno yang juga mengampu SD Negeri Kutawaru 01 mengungkapkan, sekolah dasar di wilayah Kutawaru masih menghadapi sejumlah kebutuhan sarana dan prasarana.

SDN Kutawaru 01, misalnya, membutuhkan perhatian terhadap kondisi bangunan. Sejumlah kusen, jendela dan ventilasi dilaporkan sudah mengalami kerusakan karena lapuk.

Agus mengatakan, masukan sekolah juga mencakup kondisi SDN Kutawaru 03 yang memiliki keterbatasan lahan dan belum memiliki halaman yang memadai.

Selain itu, bagian perpustakaan sekolah tersebut mengalami kerusakan setelah rangka atap baja ringan ambruk.

“Demikian juga untuk SD Negeri Kutawaru 02, 04 dan 05 juga masih membutuhkan dukungan sarana-prasarana untuk menunjang kegiatan belajar mengajar,” terang Agus.

Ammy menambahkan, berbagai masukan dari sekolah tersebut telah dicatat dan akan menjadi bahan evaluasi. Pemkab juga akan melakukan survei bersama dinas terkait dengan mencocokkan kebutuhan di lapangan dan data Dapodik.

“Curhat dari sekolah sudah saya catat. Insya Allah 2027 kita fokus pada infrastruktur pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” katanya.

Menurut Ammy, keterbatasan anggaran membuat pemerintah harus menentukan skala prioritas. Namun, kebutuhan pendidikan tetap menjadi salah satu perhatian, terutama menyangkut sarana yang menunjang proses belajar siswa.

Dengan demikian, bantuan perlengkapan sekolah diharapkan menjadi pemantik semangat siswa, sembari kebutuhan infrastruktur sekolah secara bertahap mendapat penanganan sesuai prioritas dan kemampuan anggaran daerah(eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |