Pati, Infojateng.id – Polemik mandeknya pencairan beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu di Kabupaten Pati terus bergulir. Setelah tiga bulan bantuan pendidikan tersebut belum juga cair, perwakilan orang tua mahasiswa penerima manfaat kini mengambil langkah lebih lanjut dengan meminta pendampingan hukum.
Sebanyak 10 orang tua mahasiswa penerima beasiswa dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pati mendatangi praktisi hukum Deddy Gunawan untuk meminta pendampingan dalam upaya mencari kejelasan terkait nasib program beasiswa yang hingga kini belum mereka terima.
Langkah tersebut dilakukan karena para orang tua mengaku belum memperoleh jawaban pasti mengenai penyebab keterlambatan pencairan bantuan yang terakhir kali diterima pada Maret 2026.
Mereka berencana mengajukan audiensi langsung dengan Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, guna meminta penjelasan sekaligus mendorong percepatan pencairan beasiswa yang dinilai sangat dibutuhkan oleh para mahasiswa penerima manfaat.
Sutomo, salah satu perwakilan orang tua penerima beasiswa menyampaikan bahwa selama tiga bulan terakhir mereka hanya mendapatkan informasi bahwa proses pencairan masih berjalan. Namun hingga memasuki pertengahan Juni, bantuan tersebut belum juga diterima.
Menurutnya, kondisi ini mulai berdampak terhadap keberlangsungan pendidikan mahasiswa, terutama yang berasal dari keluarga kurang mampu dan sangat bergantung pada bantuan tersebut untuk membiayai kebutuhan kuliah.
“Program beasiswa ini sebelumnya dikenal sebagai salah satu program pendidikan yang digagas pada masa kepemimpinan Bupati Pati nonaktif, Sudewo. Pendanaannya berasal dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) sejumlah perusahaan, Bank Jateng, serta Baznas Pati,” ungkap Sutomo.
Namun memasuki masa transisi ke Plt. Bupati Risma Ardhi Chandra, pencairan program tersebut menjadi sorotan publik karena belum terealisasi selama tiga bulan berturut-turut.
Di tengah situasi tersebut, muncul berbagai pertanyaan dari masyarakat mengenai keberlanjutan program-program yang telah berjalan sebelumnya. Terlebih, program beasiswa ini menyasar mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu yang membutuhkan kepastian dukungan pendidikan.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Pati sebelumnya menyatakan bahwa program beasiswa tidak dihentikan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati juga menyebut berkas pencairan telah diproses dan saat ini berada di pihak perusahaan pemberi CSR.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai kapan bantuan tersebut akan dicairkan kepada para penerima manfaat.
Deddy Gunawan yang dimintai pendampingan oleh para orang tua mahasiswa menyatakan bahwa langkah audiensi merupakan upaya yang wajar untuk memperoleh informasi secara langsung dari pemerintah daerah.
Menurutnya, masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan kejelasan terkait program yang menyangkut kepentingan publik, terlebih program pendidikan yang berdampak langsung terhadap masa depan generasi muda.
“Para orang tua berharap audiensi dengan Plt. Bupati Pati nantinya dapat menghasilkan solusi konkret sehingga beasiswa yang selama ini menjadi penopang biaya pendidikan anak-anak mereka dapat segera dicairkan,” harapnya.
Bagi mereka, persoalan ini bukan semata soal administrasi, melainkan menyangkut keberlangsungan pendidikan dan masa depan mahasiswa yang sedang berjuang menyelesaikan kuliah di tengah keterbatasan ekonomi keluarga. (one/redaksi)

11 hours ago
4

















































