Kota Pekalongan, infojateng.id – Keprihatinan terhadap semakin jarangnya penyelenggaraan dan pementasan tari tradisi mendorong para seniman di Kota Pekalongan menghadirkan ruang bagi generasi muda untuk mengenal sekaligus melestarikan tari klasik.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Lomba Tari Klasik yang diikuti 108 peserta dari berbagai jenjang usia. Kegiatan ini diinisiasi Komunitas Tari Kota Pekalongan dengan dukungan Pemerintah Kota Pekalongan dan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Dinparbudpora) Kota Pekalongan.
Ketua Komunitas Tari Kota Pekalongan sekaligus Ketua Panitia, Tri Hastuti, mengatakan kegiatan tersebut berangkat dari keprihatinan para seniman terhadap tari klasik yang kini semakin jarang disentuh dan dipentaskan.
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keberlangsungan tari klasik sebagai warisan budaya bangsa. Selain itu, lomba ini diharapkan mampu menemukan bibit-bibit penari potensial di Kota Pekalongan,” kata Tri saat ditemui dalam kegiatan tersebut, Sabtu (29/8/2026).
Menurut dia, peserta lomba berasal dari berbagai kelompok usia dan jenjang pendidikan. Mereka terbagi dalam kategori TK, SD, SMP, SMA hingga umum.
“Keterlibatan peserta dari berbagai kelompok usia tersebut menjadi bagian penting dalam membangun regenerasi pelaku seni tari di daerah, khususnya Kota Pekalongan. Harapannya tari klasik di Kota Pekalongan lebih berkembang dan kegiatan seperti ini bisa terselenggara setiap tahun,” ujarnya.
Wakil Wali Kota Pekalongan Balgis Diab menyambut positif penyelenggaraan Lomba Tari Klasik tersebut. Menurutnya, kegiatan itu dapat membuka ruang apresiasi masyarakat sekaligus memperkenalkan seni tari klasik kepada generasi penerus.
“Harapannya melalui kegiatan lomba tari klasik ini kita bisa membuka wawasan dan kecintaan terhadap seni tari klasik yang ada di Kota Pekalongan. Kita juga mencari bibit-bibit penari agar tari klasik ini bisa terus dilestarikan melalui generasi berikutnya,” kata Balgis.
Ia berharap lomba tari klasik dapat digelar secara rutin setiap tahun. Keberlanjutan kegiatan dinilai penting untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap seni dan budaya daerah.
Selain menjadi ajang kompetisi, lomba tersebut diharapkan menjadi ruang bertemunya para pelaku seni, peserta didik, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keberadaan tari klasik agar tetap hidup dan berkembang di Kota Pekalongan. (eko/redaksi)

3 hours ago
3

















































