Polisi Kawal 59 CPMI Praktik Melaut di Muara Juwana

20 hours ago 6

Pati, infojateteng.idSatpolairud Polresta Pati mengawal praktik melaut 59 siswa Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) di Muara Sungai Silugonggo, Juwana, Kabupaten Pati, Sabtu (29/8/2026).

Para peserta merupakan siswa Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) Multi Training Kompetensi (MTK) Pati. Dalam praktik tersebut, mereka berlatih aktivitas melaut, mulai dari menebar hingga menarik jaring.

Pengamanan dilakukan untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib. Petugas juga memberikan edukasi mengenai keselamatan selama peserta beraktivitas di wilayah perairan.

Kapolresta Pati melalui Kasatpolairud Polresta Pati Kompol Hendrik Irawan mengatakan pengamanan merupakan bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat, khususnya dalam memastikan kegiatan di perairan memperhatikan aspek keselamatan.

“Kami melaksanakan pengawasan dan pengamanan agar kegiatan praktik melaut ini dapat berjalan aman, tertib dan lancar. Keselamatan peserta menjadi perhatian utama kami,” kata Hendrik.

Menurut dia, peserta perlu memahami kondisi perairan dan tidak mengabaikan penggunaan perlengkapan keselamatan. Apalagi, praktik dilakukan di kawasan muara yang juga menjadi jalur aktivitas masyarakat.

“Kami juga memberikan imbauan kepada para peserta agar selalu mengikuti arahan dari instruktur maupun petugas Satpolairud selama kegiatan berlangsung,” ujarnya.

Praktik melaut tersebut dibagi menjadi dua kloter. Kloter pertama terdiri atas 26 siswa yang tiba di lokasi sekitar pukul 08.30 WIB.

Sekitar pukul 08.45 WIB, peserta mulai melakukan latihan menebar jaring dengan didampingi instruktur. Petugas Satpolairud melakukan pemantauan langsung selama kegiatan berlangsung.

“Para siswa kami pantau secara langsung ketika melakukan latihan tebar jaring. Petugas memastikan peserta tetap berada dalam kondisi aman selama praktik berlangsung,” jelas Hendrik.

Sementara kloter kedua terdiri atas 33 siswa. Mereka tiba sekitar pukul 13.30 WIB dan kemudian mengikuti latihan menebar serta menarik jaring dengan dipandu instruktur dan tim pendamping.

Hendrik mengatakan penggunaan perlengkapan keselamatan menjadi salah satu hal yang ditekankan selama praktik. Para siswa menggunakan life jacket dan sepatu boot saat berada di perairan.

“Kami mengapresiasi pihak penyelenggara yang sudah memperhatikan perlengkapan keselamatan peserta. Life jacket dan perlengkapan lainnya harus digunakan sesuai ketentuan selama berada di perairan,” katanya.

Untuk mendukung pengawasan, Satpolairud Polresta Pati menyiapkan satu unit long boat, megaphone, dan ring buoy.

Menurut Hendrik, kondisi cuaca saat kegiatan berlangsung cukup cerah dengan gelombang yang relatif landai. Meski demikian, kondisi cuaca tetap harus menjadi perhatian karena situasi di perairan dapat berubah sewaktu-waktu.

“Kami mengimbau masyarakat yang beraktivitas di perairan untuk selalu menggunakan alat keselamatan, memperhatikan cuaca dan tidak memaksakan diri apabila kondisi tidak memungkinkan,” ujarnya.

Rangkaian praktik melaut selesai sekitar pukul 14.30 WIB. Seluruh peserta kembali ke dermaga dalam kondisi sehat.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan tertib serta tidak ditemukan kejadian menonjol.

Satpolairud Polresta Pati mengingatkan masyarakat untuk segera meminta bantuan apabila menghadapi kondisi yang membahayakan di wilayah perairan.

Masyarakat dapat menghubungi Call Center Polri 110 untuk mendapatkan bantuan kepolisian maupun melaporkan gangguan keamanan dan keadaan darurat. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |