Batang, infojateteng.id — Desa Wates, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, memanfaatkan gelaran Wonotunggal Expo 2026 untuk memperkenalkan inovasi pelayanan publik sekaligus mendorong pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui platform digital.
Inovasi tersebut diwujudkan melalui aplikasi Senawa (Sentra Ekonomi dan Informasi Desa Wates). Aplikasi itu tidak hanya menyediakan informasi mengenai desa, tetapi juga dilengkapi fitur UMKM untuk membantu warga memasarkan produk lokal secara lebih luas.
Kepala Desa Wates Wahyono mengatakan pemanfaatan teknologi menjadi bagian dari upaya mewujudkan Wates sebagai Desa Digital.
Karena itu, berbagai layanan desa mulai diarahkan untuk memanfaatkan teknologi informasi, termasuk pelayanan publik dan pengembangan ekonomi masyarakat.
“Aplikasi Senawa ini banyak manfaatnya, ada profil desa, media menyampaikan kritik saran dan informasi pembangunan desa. Yang terbaru, kami padukan dengan fitur UMKM, untuk membantu memasarkan produk lokal warga Wates, dengan mengunduh aplikasi tersebut,” kata Wahyono saat ditemui di stan Desa Wates dalam Wonotunggal Expo 2026 di Alun-alun Wonotunggal, Kabupaten Batang, Jumat (28/8/2026).
Menurut Wahyono, aplikasi tersebut secara khusus disiapkan bagi pelaku UMKM Desa Wates yang ingin mempromosikan produknya. Sementara konsumen dari luar wilayah juga dapat mengetahui dan membeli produk yang ditawarkan melalui platform tersebut.
Untuk menjaga kualitas produk yang dipasarkan, pihak desa menetapkan persyaratan tertentu bagi UMKM yang ingin bergabung.
“Untuk menjaga kualitas, produk yang akan dipromosikan melalui Senawa haruslah memiliki sertifikat halal. Dan di Wates sudah ada 40 UMKM yang produknya telah bersertifikat halal,” jelasnya.
Produk Lokal Dipasarkan Lebih Luas
Produk yang ditawarkan melalui Senawa cukup beragam. Sejumlah produk makanan ringan menjadi salah satu unggulan UMKM Desa Wates, mulai dari aneka keripik, kue, hingga berbagai makanan olahan.
Wahyono mengatakan pemerintah desa berupaya menjadi penghubung antara pelaku UMKM dengan konsumen. Dengan begitu, produk warga tidak hanya dipasarkan di lingkungan desa, tetapi juga berpeluang menjangkau pasar di luar wilayah.
“Kami murni menjembatani para pelaku UMKM desa agar produknya laku terjual, bahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar hingga desa tetangga, Alhamdulillah omset mencapai Rp3 juta sampai Rp4 juta,” ujarnya.
Expo Jadi Etalase Produk Desa
Gelaran Wonotunggal Expo 2026 juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk melihat secara langsung beragam produk unggulan dari desa-desa di Kecamatan Wonotunggal.
Salah satu pengunjung, Suwarjiyani, warga Wonotunggal, mengatakan dirinya rutin mengunjungi expo tersebut setiap tahun. Ia menilai kegiatan tersebut semakin ramai dan menunjukkan geliat perekonomian masyarakat desa.
“Produk-produk desa di Wonotunggal tidak kalah unik untuk dibeli dan menjadi even yang selalu ditunggu-tunggu, karena semakin tahun semakin ramai. Saya kalau ke sini mesti beli sambal terasi itu kesukaan cucu buat oleh-oleh pas ke Semarang,” kata Suwarjiyani.
Ia berharap variasi produk yang ditawarkan pada gelaran serupa ke depan semakin beragam. Menurutnya, produk desa tidak hanya perlu didominasi makanan ringan, tetapi juga dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat.
“Ini sudah bagus ada sayuran dan bumbu dapur, harganya juga lebih murah dibandingkan di tempat lain,” pungkasnya. (eko/redaksi)

2 days ago
10

















































