Wonotunggal Expo 2026 Padukan UMKM dan Seni untuk Gerakkan Ekonomi Desa

1 day ago 11

Batang, infojateteng.idWonotunggal Expo dan Pagelaran Seni Sanggar Merti Desa 2026 resmi digelar di Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang. Sebanyak 50 stan UMKM dan desa disiapkan untuk mempromosikan produk unggulan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Mengusung tema “Senandung Karya Muda”, kegiatan yang berlangsung pada 28-30 Agustus 2026 tersebut tidak hanya menjadi etalase produk lokal. Sejumlah pertunjukan seni dan budaya juga ditampilkan untuk memperkenalkan kekayaan lokal sekaligus memberi ruang bagi para seniman untuk berekspresi.

Ketua Panitia Wonotunggal Expo dan Pagelaran Seni Sanggar Merti Desa, Nanang Kharisman, mengatakan panitia memberikan perhatian khusus terhadap produk unggulan dari 15 desa di Kecamatan Wonotunggal.

“Banyak produk-produk lokal desa yang kami suguhkan yang tersebar di 15 stan, selain stan UMKM yang juga menjadi daya tarik pengunjung,” kata Nanang saat ditemui di RTH Alun-alun Wonotunggal, Kabupaten Batang, Jumat (28/8/2026).

Menurutnya, Wonotunggal Expo dirancang tidak sekadar menjadi ajang jual beli produk UMKM. Panitia juga menghadirkan berbagai pertunjukan seni, mulai dari tari, musik hingga pertunjukan lainnya.

“Para pelaku seni baik tari, musik maupun pertunjukan kami beri ruang untuk berekspresi seluas mungkin,” ujarnya.

Penggagas Sanggar Merti Desa, Tatik Setyaningsih, mengatakan kegiatan tersebut turut mendorong geliat ekonomi masyarakat Wonotunggal.

Ia menyebut perputaran ekonomi dalam gelaran sebelumnya mencapai sekitar Rp500 juta pada 2025. Tahun ini, panitia berharap transaksi yang tercipta dapat melampaui capaian tersebut.

“Semoga bisa lebih dari Rp500 juta karena tahun ini tidak hanya produk lokal dan UMKM saja, tapi kami kolaborasi dengan pertunjukan seni dari seniman, termasuk anak didik dari Sanggar Merti Desa,” kata Tatik.

Tatik mengatakan Pagelaran Seni Sanggar Merti Desa pertama kali digagas pada 2016. Seiring waktu, kegiatan tersebut berkembang karena adanya keinginan untuk mengangkat lebih banyak potensi Kecamatan Wonotunggal.

Pada 2025, konsep kegiatan kemudian diperluas menjadi Wonotunggal Expo sehingga tidak hanya berfokus pada pertunjukan seni.

“Jadi di 2025 kami memutuskan untuk memperluas dengan mengadakan Wonotunggal Expo, tidak hanya pagelaran seni saja,” ujarnya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten Batang Wahyu Budi Santoso mengapresiasi pelaksanaan Wonotunggal Expo yang memadukan kegiatan ekonomi dengan seni dan budaya.

Menurutnya, konsep tersebut menjadi pembeda dibandingkan pameran di wilayah lain yang lebih banyak berfokus pada UMKM.

“Ini jadi keunggulan tersendiri bagi Wonotunggal karena berbeda dengan Expo yang digelar di wilayah lain, yang hanya fokus ke UMKM,” kata Wahyu.

Ia menilai kekayaan seni dan budaya Wonotunggal dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya memperkenalkan identitas daerah.

Menurutnya, dari sisi ekonomi, kegiatan tersebut berpotensi memberikan dampak positif karena mempertemukan pelaku usaha dengan masyarakat secara langsung.

“Dari sisi perekonomian tentu akan berdampak positif, karena geliatnya semakin kencang. Hanya saja perlu pengemasan produk yang lebih menarik agar konsumen makin tertarik,” pungkasnya. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |