Kudus, infojateng.id – Prevalensi stunting di Kabupaten Kudus menunjukkan penurunan. Pada Juli 2026, angka stunting tercatat 3,06 persen, turun dari sebelumnya 4,03 persen.
Capaian tersebut menjadi pijakan bagi Pemerintah Kabupaten Kudus untuk memperkuat pencegahan stunting sekaligus mengejar target zero stunting. Upaya itu dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Bakti Sosial Djarum Foundation.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui MilkLife Festival Keluarga Sehat 2026 di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan mengusung tema “Jaga Generasi Emas, Merdeka Lawan Stunting”.
Festival dihadiri Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Ketua TP PKK Kabupaten Kudus Endhah Sam’ani Intakoris.
Beragam layanan kesehatan dan edukasi diberikan secara gratis kepada masyarakat. Kegiatan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan tumbuh kembang anak, layanan psikologi keluarga, edukasi gizi, serta jalan dan senam keluarga sehat.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan penurunan angka stunting menunjukkan upaya bersama dalam pencegahan dan penanganan mulai memberikan hasil.
Namun, capaian tersebut, kata dia, tidak boleh membuat pemerintah dan masyarakat berhenti melakukan intervensi.
“Angka stunting kita turun dari 4,03 persen menjadi 3,06 persen. Ini merupakan capaian yang patut kita syukuri, tetapi jangan sampai membuat kita berhenti. Target kita adalah zero stunting,” kata Sam’ani.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk mempertahankan tren positif tersebut.
Menurut Sam’ani, keluarga memiliki peran penting dalam memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal. Pemenuhan gizi seimbang, kebersihan lingkungan, pola hidup sehat, serta pemantauan tumbuh kembang anak perlu dilakukan sejak dini.
“Generasi emas harus dipersiapkan mulai dari keluarga. Jangan hanya ketika anak sakit kita baru memperhatikan kesehatan. Kebiasaan hidup sehat, asupan gizi yang baik, dan lingkungan yang sehat harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Program Director Bakti Sosial Djarum Foundation Ahmad Budiarto mengatakan upaya membangun keluarga sehat tidak cukup hanya mengandalkan layanan kesehatan ketika masyarakat sudah sakit.
Menurutnya, kebiasaan hidup sehat perlu dibangun secara konsisten di lingkungan keluarga.
“Membangun keluarga sehat tidak cukup hanya dengan kesehatan murni saja, tetapi bagaimana membangun kebiasaan hidup sehat. Nah, di sinilah Djarum Foundation bersama MilkLife ingin hadir, memberikan edukasi dan mengajak masyarakat menjadikan hidup sehat sebagai kebiasaan sehari-hari,” kata Ahmad.
MilkLife Festival Keluarga Sehat 2026 melibatkan 19 puskesmas dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
Keterlibatan tenaga kesehatan dan berbagai layanan tersebut diharapkan dapat mendekatkan informasi kesehatan kepada masyarakat. Keluarga juga didorong lebih aktif memenuhi kebutuhan gizi, menjaga pola hidup sehat, serta memantau tumbuh kembang anak.
Pemkab Kudus bersama para pemangku kepentingan berkomitmen melanjutkan kolaborasi untuk menekan angka stunting.
Penurunan prevalensi menjadi 3,06 persen menjadi modal untuk mengejar target Kudus zero stunting dan mewujudkan generasi yang sehat, tumbuh optimal, serta berkualitas. (eko/redaksi)

20 hours ago
4

















































