Dari Sampah Jadi Energi, Strategi Jateng Kelola Ribuan Ton Sampah Berbuah Penghargaan

4 hours ago 1

Bali, Infojateteng.id — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali mendapat apresiasi atas komitmennya dalam pengelolaan sampah dan lingkungan.

Terbaru, Pemprov Jateng meraih penghargaan kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) dari Kementerian Dalam Negeri dan Tempo Media Group.

Penghargaan tersebut diterima langsung Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam Malam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Jawa-Bali Batch II 2026 di Bali Nusa Dua Convention Center, Jumat (28/8/2026) malam.

Dalam kesempatan itu, Luthfi menjelaskan, pengelolaan sampah di Jawa Tengah dilakukan dengan beberapa skema sesuai volume dan karakteristik sampah.

Untuk sampah dengan volume lebih dari 1.000 ton per hari, pengelolaan dilakukan melalui model aglomerasi dan regional untuk Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).

Model tersebut mulai dikembangkan melalui kerja sama dengan Danantara, antara lain di Semarang Raya, Pekalongan Raya, Tegal Raya, dan Soloraya.

Sementara sampah dengan volume sekitar 100 hingga 200 ton per hari dikelola menggunakan metode Refuse Derived Fuel (RDF) atau diolah menjadi bahan bakar untuk industri semen.

Skema RDF telah diterapkan di sejumlah daerah, seperti Cilacap, Banyumas, Kebumen, Kudus, dan Magelang.

Pemprov Jateng juga menyiapkan penanganan untuk timbunan sampah yang sudah menumpuk di TPA. Salah satunya di TPA Jatibarang Semarang yang direncanakan diolah menjadi bahan bakar.

Namun, menurut Luthfi, persoalan sampah tidak cukup diselesaikan di hilir. Penanganan juga harus dimulai dari hulu dengan meningkatkan kesadaran masyarakat.

Karena itu, program Desa Mandiri Sampah terus didorong agar masyarakat ikut berperan dalam mengurangi dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.

Selain Pemprov Jateng, sejumlah kabupaten/kota juga mendapat penghargaan dalam ajang tersebut. Kabupaten Rembang meraih terbaik pertama kategori akses dan kualitas layanan kesehatan tingkat kabupaten, sementara Kota Tegal menjadi terbaik kedua tingkat kota.

Kota Salatiga juga meraih terbaik pertama kategori akses penduduk terhadap layanan pendidikan. Kabupaten Wonosobo menjadi terbaik dalam kategori pengelolaan sampah dan lingkungan ASRI tingkat kabupaten/kota.

“Dari Jawa Tengah banyak yang mendapat penghargaan. Ini menjadi motivasi kita untuk lebih giat dalam melayani kebutuhan dasar masyarakat,” kata Luthfi.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan, pengelolaan sampah dan lingkungan menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat.

Presiden, kata Tito, menargetkan Indonesia mencapai zero sampah pada 2029. Penghargaan tersebut tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga menjadi salah satu bentuk insentif fiskal bagi daerah yang menunjukkan kinerja terbaik. (one/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |