Batang, infojateteng.id – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jepara melakukan studi banding ke Diskominfo Kabupaten Batang untuk mempelajari inovasi Sistem Informasi Geografis (GIS) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) melalui Sistem Layanan Elektronik Pajak Batang Hebat (SILEPBAH).
Kunjungan tersebut menjadi ajang bertukar pengalaman mengenai pemanfaatan teknologi geospasial dalam pengelolaan dan pemetaan data PBB. Inovasi tersebut dinilai dapat mendukung pengelolaan data perpajakan daerah agar lebih terintegrasi dan akurat.
Pertemuan berlangsung di Ruang Analitik Diskominfo Batang, Kabupaten Batang, Jumat (28/8/2026). Bidang Statistik Diskominfo Batang memfasilitasi kegiatan dengan menghadirkan Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Batang sebagai pengelola inovasi SILEPBAH.
Diskominfo Batang juga menghadirkan Muhammad Farid Hasyim, programmer sekaligus pengembang dari sisi teknis aplikasi, untuk menjelaskan penerapan sistem tersebut kepada rombongan dari Jepara.
Plt Kepala Diskominfo Batang Puji Setiyowati mengatakan studi banding tersebut menjadi kesempatan bagi kedua daerah untuk saling bertukar pengetahuan dan praktik baik dalam pemanfaatan teknologi digital.
“GIS PBB SILEPBAH merupakan salah satu bentuk pemanfaatan teknologi informasi dan geospasial untuk mendukung pengelolaan data PBB. Kami berharap melalui kegiatan ini dapat terjalin pertukaran pengetahuan dan pengalaman yang memberikan manfaat bagi kedua daerah,” kata Puji.
Menurutnya, pemanfaatan data geospasial dapat menjadi bagian penting dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan, terutama dalam pengelolaan data yang membutuhkan informasi lokasi dan pemetaan secara lebih terstruktur.
Kepala Diskominfo Jepara Budhi Sulistyawan mengapresiasi keterbukaan Diskominfo Batang dalam berbagi informasi mengenai penerapan GIS PBB SILEPBAH.
Ia mengatakan berbagai informasi yang diperoleh dari studi banding tersebut akan menjadi bahan pembelajaran bagi Jepara dalam mengembangkan layanan dan inovasi digital.
Budhi menyebut Jepara saat ini juga tengah mengembangkan aplikasi yang diarahkan untuk mendukung peningkatan pendapatan daerah melalui pemetaan pajak.
Karena itu, pengalaman Kabupaten Batang dalam mengintegrasikan data PBB dengan sistem informasi geografis dinilai relevan sebagai referensi bagi pengembangan sistem di Jepara.
“Melalui kunjungan studi banding ini, Diskominfo Kabupaten Batang dan Diskominfo Kabupaten Jepara diharapkan dapat terus memperkuat sinergi dan kolaborasi antardaerah, khususnya dalam pengembangan inovasi teknologi informasi dan pemanfaatan data geospasial untuk mendukung tata kelola pemerintahan yang semakin efektif, akurat, dan berorientasi pada pelayanan publik,” ujar Budhi.
Kunjungan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pertukaran informasi, tetapi dapat mendorong kolaborasi antardaerah dalam pengembangan teknologi informasi, pemanfaatan data geospasial, serta peningkatan kualitas pelayanan publik berbasis digital. (eko/redaksi)

1 day ago
12

















































