BAZNAS Jepara Perluas Kemitraan dengan Kalangan Pengusaha

16 hours ago 8

Jepara, infojateng.id – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Jepara terus memperluas jaringan kemitraan dalam upaya meningkatkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Kali ini, lembaga tersebut menggandeng pengusaha sukses asal Desa Tahunan, H. Adri Abdurrahman, untuk mengoptimalkan potensi zakat dari kalangan pelaku usaha.

Langkah tersebut diawali dengan kunjungan silaturahmi jajaran pimpinan BAZNAS Jepara ke kediaman H. Adri Abdurrahman di Desa Tahunan, Kecamatan Tahunan, Kamis (11/6/2026).

Rombongan dipimpin Ketua Badan Amil Zakat Nasional, M. Nasrullah Huda, didampingi Wakil Ketua I Ali Masyhuri dan Wakil Ketua IV Nanang Niamillah.

Dalam pertemuan tersebut, Nasrullah Huda menyampaikan bahwa kunjungan dilakukan untuk mempererat silaturahmi sekaligus membuka ruang komunikasi dengan para pelaku usaha di Kabupaten Jepara.

Ia berharap H. Adri, yang dikenal memiliki gurita bisnis di bidang mebel, transportasi, hingga Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), dapat menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS.

“Kami yakin para pengusaha di Jepara itu sudah secara rutin menunaikan zakatnya, hanya saja selama ini belum tercatat dan terlaporkan resmi. Untuk itu, kami mendorong agar para pengusaha berzakat lewat BAZNAS sehingga administrasinya tercatat, termasuk bagaimana distribusinya,” ujar Gus Huda, panggilan akrab M.Nasrullah Huda.

Menurutnya, BAZNAS Jepara juga memberikan fleksibilitas kepada para muzakki melalui skema akad muqayyadah. Melalui mekanisme tersebut, para donatur dapat mengusulkan calon mustahik atau penerima manfaat yang dianggap layak menerima bantuan.

Selain menyosialisasikan program, dalam pertemuan tersebut rombongan BAZNAS juga meminta masukan dari pengusaha asal Sumatera Barat tersebut demi kemajuan dan eksistensi BAZNAS Jepara ke depan.

Merespons ajakan tersebut, H. Adri Abdurrahman menyambut baik dan menyatakan komitmennya untuk menyalurkan sebagian dana zakatnya melalui BAZNAS Jepara. Ia mengakui, selama ini dirinya lebih sering mendistribusikan dana zakat secara mandiri kepada masyarakat di lingkungan sekitarnya.

Di hadapan pimpinan BAZNAS, H. Adri juga membagikan pengalamannya terkait tantangan terbesar dalam penyaluran bantuan sosial. Menurutnya, hambatan utama di lapangan bukanlah ketersediaan modal, melainkan mentalitas masyarakat.

“Yang paling berat itu adalah mengubah mental atau mindset miskin yang ada di masyarakat,” kata H. Adri.

Ia menceritakan pengalamannya memberikan bantuan produktif yang berujung gagal akibat kendala mentalitas tersebut.

“Pernah ada warga yang saya beri bantuan dua ekor sapi untuk dipelihara, tetapi pada akhirnya justru dijual dan uangnya dibelikan sepeda motor. Dan masih banyak lagi kasus yang seperti itu,” ungkapnya miris.

Meski menghadapi tantangan tersebut, H. Adri menegaskan kesiapannya untuk mendukung program-program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang digagas BAZNAS.

Ke depan, H. Adri berkomitmen untuk menjembatani komunikasi antara BAZNAS Jepara dengan asosiasi atau jejaring pengusaha lainnya di Bumi Kartini.

Langkah itu diharapkan mampu membangun gerakan zakat kolektif di kalangan pengusaha untuk membantu pemerintah daerah dalam mengakselerasi pengentasan kemiskinan. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |