Bupati Batang Usulkan KA Argo Bromo Anggrek Berhenti di Stasiun Batang, Dorong Pariwisata dan Investasi

14 hours ago 10

Batang, infojateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang terus berupaya meningkatkan konektivitas transportasi guna mendukung pertumbuhan ekonomi, investasi, dan pariwisata. Salah satu langkah yang kini diperjuangkan adalah mengusulkan agar Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhenti di Stasiun Batang.

upati Batang M. Faiz Kurniawan mengatakan, kemudahan akses transportasi menjadi faktor penting dalam memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas. Menurutnya, Stasiun Batang harus mampu menjadi pintu masuk bagi wisatawan, investor, maupun masyarakat dari luar daerah yang ingin berkunjung ke Kabupaten Batang.

“Kalau ingin Batang dikenal luas dan banyak dikunjungi orang, daerahnya harus kita tata dengan baik dan akses transportasinya juga harus dibuka. Stasiun Batang harus menjadi pintu gerbang orang luar masuk ke Kabupaten Batang,” ujar Faiz saat ditemui di Aula Bupati Batang, Kamis (11/6/2026).

Ia menjelaskan, Pemkab Batang terus menjalin komunikasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) agar layanan kereta api jarak jauh dan kereta kelas premium dapat singgah di Stasiun Batang. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas daerah.

Menurut Faiz, penghentian sejumlah kereta di Stasiun Batang dalam beberapa waktu terakhir telah memberikan dampak positif. Kehadiran KA Agro Muria dan KA Joglosemarkerto yang kini melayani naik turun penumpang di Batang mendapat respons baik dari masyarakat.

“Kereta besar harus bisa berhenti di Batang supaya orang dari luar daerah lebih mudah datang. Sekarang Joglosemarkerto juga sudah berhenti di Batang dan respons masyarakat, terutama anak muda, sangat positif,” katanya.

Saat ini, Pemkab Batang tengah mengupayakan agar KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasarturi dapat menambah Stasiun Batang sebagai titik pemberhentian. Selama ini, kereta eksekutif tersebut menerapkan pola perjalanan cepat dengan jumlah pemberhentian terbatas di jalur Pantura Jawa Tengah.

Padahal, menurut Faiz, posisi strategis Kabupaten Batang yang berada di jalur Pantura serta berkembangnya kawasan industri dan destinasi wisata membutuhkan dukungan transportasi yang semakin memadai.

“Kalau nanti Argo Bromo Anggrek bisa berhenti di Batang, orang akan semakin mudah datang melihat potensi industri, investasi, sampai destinasi wisata kita. Ini akan sangat membantu pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.

Selain mendukung sektor industri dan investasi, peningkatan layanan kereta api juga dinilai akan memberikan manfaat bagi dunia pendidikan dan pariwisata. Kehadiran KA Joglosemarkerto, misalnya, telah membantu pelajar dan mahasiswa dalam mengakses berbagai kota tujuan di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan lebih mudah.

Pemkab Batang optimistis peningkatan aksesibilitas transportasi akan menjadi salah satu pengungkit utama pertumbuhan ekonomi daerah. Seiring pengembangan kawasan industri, sektor pariwisata, dan ekonomi kreatif yang terus dilakukan, kemudahan akses menuju Batang diyakini akan membuka peluang lebih besar bagi investasi maupun kunjungan wisata.

“Semakin mudah akses menuju Batang, maka peluang investasi, kunjungan wisata, hingga pertumbuhan ekonomi masyarakat juga akan semakin terbuka,” pungkas Faiz. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |