Foto Pertemuan Bos Maktour Fuad Hasan dengan Prabowo Disorot di Sidang Gus Yaqut

2 days ago 6

Jakarta, infojateng.id Terdakwa kasus dugaan korupsi pengelolaan kuota haji tambahan 2023-2024, Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut, kembali menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kamis (10/9/2026).

Dalam persidangan kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Ario Bimo Nandito Ariotedjo alias Dito Ariotedjo sebagai saksi.

Dalam kesempatan menggali keterangan saksi, Gus Yaqut menyoroti foto pertemuan pengusaha sekaligus bos PT Maktour, Fuad Hasan Mansyur, dengan Presiden Prabowo Subianto yang saat itu masih menjabat sebagai Menteri era Presiden ke-7 Joko Widodo dan bersamaan dengan penyelenggaraan haji tahun 2024 yang disorot oleh DPR dan KPK.

Foto tersebut tercantum dalam berita acara pemeriksaan (BAP) Dito Ariotedjo yang diperoleh dari penyidik KPK. Foto itu kemudian ditampilkan di layar persidangan.

Gus Yaqut menanyakan kepada Dito mengenai keberadaan foto tersebut dalam BAP, termasuk pertemuan Fuad Hasan Mansyur dengan Prabowo yang disebut berlangsung di Paris.

“Ada di BAP, ya? Ditunjukkan waktu itu oleh penyidik ke Saudara Saksi foto ini?” tanya Gus Yaqut.

Dito membenarkan bahwa foto tersebut diperlihatkan penyidik kepadanya.

Ketika ditanya mengenai relevansi foto tersebut dengan perkara dugaan korupsi kuota haji, Dito mengaku sempat bingung. Menurut dia, foto tersebut tampaknya tidak memiliki korelasi dengan perkara yang sedang diperiksa.

“Jujur saya pas diberikan penyidik foto ini juga agak bingung, karena tampaknya enggak ada korelasinya. Kalau tidak salah ini foto diambil dari barang bukti elektronik. Saya lupa,” ujar Dito.

Gus Yaqut kemudian memastikan kepada Dito apakah dirinya hadir secara langsung dalam pertemuan yang terekam dalam foto tersebut. “Iya, ini kan Olimpiade,” jawab Dito.

Dito juga membenarkan bahwa Fuad Hasan Mansyur berada dalam pertemuan tersebut. Menurut dia, pertemuan itu berlangsung pada Agustus 2024 dalam rangkaian Olimpiade. “Betul,” kata Dito ketika ditanya mengenai kehadiran Fuad dalam pertemuan tersebut.

Gus Yaqut kemudian memastikan apakah dalam pertemuan yang mempertemukan dirinya, Fuad Hasan Mansyur, dan Prabowo Subianto itu terdapat pembicaraan mengenai haji.

“Tidak ada pembicaraan terkait haji, tidak ada?” tanya Gus Yaqut.

“Tidak ada,” jawab Dito.

Setelah mendapat jawaban tersebut, Gus Yaqut mengakhiri pertanyaannya kepada Dito terkait foto pertemuan tersebut.

Dalam persidangan yang sama, Gus Yaqut juga menyinggung keterangan Dito dalam BAP mengenai permintaan dukungan Presiden Joko Widodo terkait pelaksanaan haji, khususnya mengenai tambahan kuota haji.

Gus Yaqut merujuk BAP Dito tertanggal 23 Januari 2026 halaman 3. Dalam BAP itu, Dito disebut menerangkan bahwa Presiden Jokowi menyampaikan permintaan dukungan terkait pelaksanaan haji dalam jangka pendek, termasuk penambahan kuota haji.

Gus Yaqut kemudian meminta Dito menjelaskan secara spesifik apa yang disampaikan Jokowi ketika meminta dukungan terkait tambahan kuota haji.

Dito mengaku tidak mengingat secara persis isi pembicaraan tersebut. Namun, dia menjelaskan bahwa pembicaraan itu terjadi dalam suasana ketika Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman atau MBS menanyakan hal-hal yang perlu segera dieksekusi dan dikonkretkan.

“Saya tidak ingat persis, tapi kurang lebih suasananya adalah ketika yang tadi saya sampaikan, ketika Perdana Menteri/Raja Arab menanyakan kira-kira apa saja yang harus kita segera eksekusi, apa yang harus kita segera dikongkritkan, begitu. Kurang lebih seperti itu,” ujar Dito.

Gus Yaqut lalu mengutip kembali keterangan Dito dalam BAP yang menyebut bahwa telah ada pembahasan mengenai penambahan kuota haji dan hal tersebut telah disetujui MBS.

Namun, dalam pembahasan tersebut belum disebutkan jumlah kuota yang akan diberikan Pemerintah Arab Saudi.

“Benar ada pembahasan terkait penambahan kuota dan telah disetujui oleh Perdana Menteri Arab Saudi Muhammad bin Salman Al Saud atau MBS, namun tidak dibahas jumlah kuota yang diberikan oleh Kerajaan Arab Saudi. Begitu, ya?” tanya Gus Yaqut. “Betul,” jawab Dito.

Gus Yaqut pun memastikan bahwa pada saat itu belum ada kejelasan mengenai jumlah kuota tambahan yang diberikan Arab Saudi. “Belum,” jawab Dito.

Gus Yaqut akhirnya menanyakan apakah informasi tersebut sudah disampaikan kepada Fuad Hasan Mansyur, yang merupakan mertua Dito. “Belum. Itu kan sehari setelahnya,” kata Dito.

Dito menjelaskan bahwa rapat terkait pembahasan tersebut dilakukan setelah makan siang.

Gus Yaqut kembali memastikan apakah pada saat itu belum ada komunikasi dengan Fuad mengenai tambahan kuota haji, termasuk mengenai jumlah kuota yang akan diminta.

“Jadi belum terinfo pada waktu itu ke Pak Fuad? Belum ada komunikasi juga ke Pak Fuad misalnya enaknya minta berapa nih Pak, gitu? Belum ada?” tanya Gus Yaqut.

“Tidak. Tidak ada,” jawab Dito.

Sebelumnya, Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji sekaligus mantan Menteri Agama ad interim, Muhadjir Effendy, mengungkapkan bahwa Pemerintah Arab Saudi pernah memberikan tambahan 10.000 kuota haji kepada Presiden Joko Widodo pada 2022.

Menurut Muhadjir, pemberian tambahan kuota tersebut berlangsung secara mendadak. Kondisi itu membuat pemerintah Indonesia harus segera menyiapkan langkah untuk merealisasikan tambahan kuota tersebut.

Hal itu disampaikan Muhadjir saat memberikan keterangan dalam persidangan di Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026).

Keterangan Muhadjir tersebut sejalan dengan pernyataan Jokowi mengenai permintaan tambahan kuota haji dalam pertemuannya dengan MBS pada Oktober 2023.

Jokowi sebelumnya mengatakan Indonesia memperoleh tambahan 20.000 kuota haji untuk pelaksanaan ibadah haji 2024 setelah melakukan pertemuan bilateral dengan MBS pada Kamis, 19 Oktober 2023.

Dalam pertemuan yang berlangsung di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN dan Gulf Cooperation Council (GCC) di Riyadh, Jumat (20/10/2023), Jokowi menyampaikan kepada MBS mengenai panjangnya antrean keberangkatan haji di Indonesia.

Jokowi meminta perhatian Pemerintah Arab Saudi agar Indonesia mendapatkan tambahan kuota haji.

Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah pejabat Indonesia dan Arab Saudi.

Dari pihak Indonesia, delegasi yang mendampingi Jokowi antara lain Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad, serta Direktur Jenderal Asia, Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Abdul Kadir Jailani.

Sementara dari pihak Arab Saudi hadir Menteri Pertahanan Arab Saudi Khalid bin Salman al-Saud, Menteri Olahraga Arab Saudi Abdulaziz bin Turki Al Faisal Al Saud, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan al-Saud, Menteri Kebudayaan Arab Saudi Badr bin Farhan al-Saud, Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad Abdullah Al-Jadaan, dan Menteri Investasi Arab Saudi Khalid Abdulaziz Al-Falih.

Adapun perkara tersebut mengadili empat terdakwa, yakni mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Staf Khusus Menteri Agama Isfah Abidal Aziz alias Gus Alex, Direktur Operasional PT Makassar Toraja (Maktour) Ismail Adham, serta Komisaris PT Raudah Eksakti Utama sekaligus Ketua Umum Kesatuan Tour Travel Haji Umrah Republik Indonesia (Kesthuri) Asrul Azis Taba. (one/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |