Kendal Sulap Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar Petasol, Ini Teknologi yang Dipakai

3 hours ago 2

Kendal, infojateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal terus mendorong inovasi pengelolaan sampah melalui penerapan teknologi pirolisis multi kondensor generasi 5.0.

Teknologi tersebut mampu mengubah sampah plastik yang tidak lagi memiliki nilai ekonomis menjadi bahan bakar alternatif bernama Petasol.

Peluncuran manajemen pengolahan sampah berbasis teknologi pirolisis tersebut dilakukan di BUMDes Mujiberkah, Desa Margorejo, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, Kamis (11/6/2026).

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mengatakan teknologi tersebut menjadi salah satu solusi untuk mengurangi volume sampah plastik sekaligus menghasilkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Sampah plastik yang diolah benar-benar sudah tidak memiliki nilai ekonomis, kemudian diubah menjadi bahan bakar alternatif bernama Petasol,” ujar bupati.

Menurutnya, keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) berbasis teknologi pirolisis di Desa Margorejo diharapkan dapat dikelola secara profesional dan berkelanjutan sehingga menjadi percontohan bagi desa-desa lainnya.

“Harapan kami TPS3R dengan teknologi pirolisis yang ada di Desa Margorejo ini dapat dioperasionalkan dengan manajemen yang baik dan berkelanjutan, sehingga desa-desa lain nantinya bisa melakukan pengelolaan sampah secara mandiri di wilayahnya masing-masing,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, Pemkab Kendal telah menganggarkan pengadaan lima unit mesin pirolisis pada tahun 2026. Mesin tersebut nantinya akan diberikan kepada desa-desa yang memiliki TPS3R aktif dan mampu menjalankan pengelolaan sampah secara optimal.

Bupati berharap program ini dapat memacu semangat desa-desa lain untuk lebih serius mengelola sampah sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Sementara itu, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, menilai penanganan persoalan sampah membutuhkan kombinasi antara komitmen, investasi, dan inovasi teknologi yang tepat.

Menurutnya, teknologi pirolisis multi kondensor generasi 5.0 yang dikembangkan bersama dukungan riset dari Badan Riset dan Inovasi Nasional merupakan inovasi yang mampu menjawab tantangan pengelolaan sampah plastik yang selama ini sulit dimanfaatkan kembali.

“Hari ini kita menyaksikan salah satu inovasi dari BRIN, yaitu pirolisis multi kondensor gen 5.0 yang dirancang untuk mengolah sampah plastik yang tidak memiliki nilai ekonomi menjadi produk yang bermanfaat,” ujarnya.

Hanif berharap inovasi tersebut tidak hanya diterapkan di Desa Margorejo, tetapi dapat direplikasi di berbagai desa lain di Kabupaten Kendal sehingga mampu mengurangi beban pengelolaan sampah sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru.

Ia juga mendorong Pemkab Kendal untuk terus melakukan pembinaan dan pendampingan secara berkelanjutan agar program tersebut berjalan optimal serta mendukung implementasi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

Dengan hadirnya teknologi pirolisis multi kondensor generasi 5.0, Kabupaten Kendal diharapkan mampu menjadi salah satu daerah percontohan dalam pengelolaan sampah berbasis inovasi yang tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga menghasilkan sumber energi alternatif yang bernilai guna. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |