Batang, infojateng.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang mengenalkan pengelolaan dan pemilahan sampah kepada siswa SD Negeri Kedungsegog 2, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang.
Edukasi dilakukan melalui infografis berbasis data Bank Sampah Desa Kedungsegog.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Multidisiplin 2 yang dilaksanakan mahasiswa KKN Undip di Desa Kedungsegog, Senin (17/8/2026).
Sebelum memberikan edukasi kepada siswa, mahasiswa KKN terlebih dahulu mengikuti proses pengumpulan sampah Bank Sampah secara door to door bersama pengelola. Mereka mengamati langsung proses pengumpulan hingga penimbangan sampah yang berasal dari rumah warga.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran nyata mengenai aktivitas Bank Sampah sekaligus mengumpulkan data yang nantinya diolah menjadi bahan edukasi.
Mahasiswa Program Studi S-1 Statistika Fakultas Sains dan Matematika Undip, Karina Cahya Asih, mengatakan data hasil penimbangan yang diperoleh dari pengelola kemudian disajikan dalam bentuk infografis.
“Infografis ini tidak hanya mencakup informasi tentang jenis-jenis sampah, tetapi juga menyajikan data hasil pengumpulan sampah Bank Sampah dalam bentuk grafik dan informasi singkat,” kata Karina.
Menurut dia, penggunaan data dalam infografis diharapkan membuat edukasi tentang pengelolaan sampah lebih mudah dipahami, terutama oleh anak-anak.
“Data dari Bank Sampah saya coba sajikan dalam bentuk yang lebih sederhana dan menarik, agar informasi tentang sampah tidak hanya angka, tetapi juga lebih mudah dipahami oleh anak-anak,” ujarnya.
Infografis yang telah disusun kemudian digunakan dalam sosialisasi pemilahan sampah kepada siswa SD Negeri Kedungsegog 2.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memperkenalkan berbagai jenis sampah, menjelaskan keberadaan Bank Sampah di Desa Kedungsegog, serta mengajak siswa memahami data yang ditampilkan dalam infografis.
Para siswa juga diajak membaca grafik dan menemukan informasi mengenai sampah yang paling banyak dikumpulkan oleh Bank Sampah.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif agar siswa tidak sekadar melihat angka dan grafik, tetapi juga memahami makna informasi tersebut serta kaitannya dengan kondisi lingkungan sekitar.
Karina mengatakan kegiatan tersebut menunjukkan bahwa data sederhana dari aktivitas masyarakat dapat diolah menjadi media edukasi yang menarik.
“Melalui infografis, data hasil pengumpulan sampah Bank Sampah tidak hanya berupa catatan, tetapi bisa membantu masyarakat, khususnya anak-anak, memahami kondisi pengelolaan sampah di lingkungan mereka sendiri,” jelasnya.
Ia menambahkan, program Multidisiplin 2 ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 – Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Responsible Consumption and Production) melalui edukasi pemilahan dan pengelolaan sampah.
Selain itu, kegiatan ini turut mendukung upaya menjaga lingkungan dengan membangun kebiasaan memilah sampah sejak usia sekolah.
“Edukasi pemilahan dan pengelolaan sampah sejak usia sekolah diharapkan dapat membangun kebiasaan positif sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan,” harapnya.
Mahasiswa KKN Undip berharap infografis yang telah dibuat dapat terus dimanfaatkan sebagai media edukasi Bank Sampah dan pemilahan sampah di Desa Kedungsegog.
Edukasi yang dimulai dari lingkungan sekolah diharapkan dapat mendorong siswa menerapkan kebiasaan memilah sampah di rumah dan ikut menjaga kebersihan lingkungan desa. (eko/redaksi)

1 week ago
18

















































