Air Mata Kebahagiaan Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter 15 Batang

1 day ago 8

Batang, infojateng.id – Suara tangis haru para sanak keluarga pecah saat menyambut kedatangan rombongan jemaah haji kloter 15 yang baru saja tiba di halaman Pendopo Kabupaten Batang, Selasa sore (9/6/2026).

Beragam ungkapan syukur dan doa mengiringi kepulangan para tamu Allah yang telah berpisah dari kampung halaman selama 40 hari lamanya.

Suasana emosional begitu terasa ketika para jemaah turun dari bus satu per satu. Salah satunya adalah pasangan jemaah haji asal Kota Batang, Edi Sumarsono dan Patriani. Mereka langsung disambut isak tangis dari sang cucu, Aqlan, yang tak lagi mampu membendung rasa rindu mendalam kepada kedua kakek dan neneknya.

Edi menceritakan bahwa selama beribadah di Tanah Suci, komunikasi dengan sang cucu tidak pernah putus. Melalui teknologi panggilan video (video call), rasa rindu itu coba diobati di sela-sela waktu senggang ibadah.

“Ya, Dik Aqlan ini memang ditinggal sehari dua hari saja sudah sedihnya luar biasa. Tapi alhamdulillah, dia komunikasi terus menanyakan kabar kakek neneknya melalui video call saat kami ada waktu luang,” ujar Edi.

Ia juga mengungkapkan rasa syukur yang tak terhingga karena telah diberikan kesempatan dan kelancaran untuk bertamu ke Baitullah.

Menurutnya, pengalaman spiritual selama di Mekkah dan Madinah sangat membekas dan tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata.

Ia juga mengungkapkan rasa syukur yang tak terhingga karena telah diberikan kesempatan dan kelancaran untuk bertamu ke Baitullah. Menurutnya, pengalaman spiritual selama di Mekkah dan Madinah sangat membekas dan tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata.

“Rasanya sangat senang dan pokoknya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, pokoknya bahagia sekali. Pengalaman saat di Tanah Suci, ketika kita berbuat baik apapun, sekecil apapun, akan langsung dibalas dan kembali kebaikan itu kepada diri sendiri,” tuturnya.

Dalam sujud syukurnya di tanah kelahiran, Edi tidak lupa memanjatkan doa untuk keselamatan dan keberkahan seluruh warga Batang agar bisa segera menyusul ke Tanah Suci.

“Doa saya yang dipanjatkan di sana, semoga seluruh masyarakat Kabupaten Batang juga segera dipanggil untuk menjadi tamu Allah di Baitullah, dan dimudahkan segala prosesnya,” harap Edi.

Apresiasi juga disampaikan oleh Edi beserta istri kepada pihak-pihak yang telah menyukseskan penyelenggaraan haji tahun ini, mulai dari Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Pemerintah Kabupaten Batang, hingga Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Nahdlatul Ulama (KBIH NU).

“Alhamdulillah sekarang sudah sampai ke Batang lagi sangat bersyukur karena Gusti Allah memberikan keberkahan,” ungkapnya.

Untuk memastikan kepulangan jemaah berjalan tertib, para Petugas Pendamping Bus telah menyiapkan segala sarana dan prasarana penjemputan sejak dari Debarkasi Donohudan Boyolali hingga kembali ke Kabupaten Batang.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Batang, Siti Mahmudah, menegaskan bahwa pihaknya telah menugaskan seluruh petugas untuk mengantarkan setiap kloter jemaah langsung ke titik penjemputan semula demi menjaga kenyamanan jemaah dan keluarga.

“Kami berupaya melayani jemaah haji dengan mengantarkan sampai ke kecamatan masing-masing, agar mendapat kenyamanan hingga bertemu kembali bersama keluarga. Sesuai titik keberangkatan awal, maka mereka juga akan dijemput di tempat yang sama. Misal berangkat dari pendopo, dijemputnya di tempat yang sama,” jelas Siti Mahmudah.

Siti mengimbau dengan keras agar pihak keluarga tidak melakukan penjemputan langsung ke Debarkasi Donohudan Boyolali demi menghindari penumpukan dan ketidaknyamanan operasional.

“Yang menjemput dari Debarkasi Donohudan semua panitia. Bagi keluarga yang ingin menjemput, silakan di titik penjemputan yang ditentukan. Bagi keluarga yang sudah tidak sabar ingin bertemu, bisa menunggu di Rumah Makan Tamansari, namun tetap kami imbau utamanya menjemput di titik resmi,” tegasnya.

Sebagai informasi, pada tahun 2026 ini Kabupaten Batang memberangkatkan total 941 jemaah haji. Namun, pada fase kepulangan tercatat sebanyak 939 jemaah. Dua orang jemaah dilaporkan wafat di Tanah Suci, yaitu Sukirno bin Sutarbun dari Kloter SOC 17 dan Monah binti Misrah dari Kloter SOC 16. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |