BKPSDM Demak Ajak ASN Terapkan Work Life Balance untuk Cegah Burnout

5 days ago 19

Demak, infojateng.idBadan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Demak mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) menerapkan work life balance guna menjaga kesehatan mental sekaligus meningkatkan produktivitas kerja.

Ajakan tersebut disampaikan melalui Webinar Ngobras Kental (Ngobrol Asyik tentang Kesehatan Mental) #11 bertema “Bekerja dengan Prestasi, Hidup dengan Harmoni” yang digelar secara daring, Rabu (8/7/2026).

Webinar dipandu Sarah Salsabila Ichwanhaq, Calon Asesor SDM Aparatur Ahli Pertama, dengan menghadirkan Asesor SDM Aparatur Ahli Madya, Nur Chasanah, sebagai narasumber.

Dalam paparannya, Nur Chasanah menyoroti tantangan yang dihadapi ASN di era modern. Target kerja yang semakin tinggi, perkembangan teknologi yang membuat pekerjaan seolah tidak pernah selesai, hingga berkurangnya waktu berkualitas bersama keluarga dinilai dapat memicu stres dan burnout.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada penurunan kinerja, tetapi juga memengaruhi keharmonisan keluarga serta kesehatan fisik dan mental.

“Work life balance bukan sekadar membagi waktu antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Yang lebih penting adalah kemampuan mengelola prioritas, energi, waktu, dan emosi agar pekerjaan tetap menghasilkan prestasi tanpa mengorbankan keluarga, kesehatan, maupun pengembangan diri,” jelas Nur Chasanah.

Ia menjelaskan terdapat empat kemampuan utama yang perlu dimiliki setiap ASN untuk mewujudkan keseimbangan hidup, yakni mengelola prioritas, energi, waktu, dan emosi.

Keempat aspek tersebut menjadi fondasi agar seseorang mampu menjalankan berbagai peran secara optimal, baik sebagai abdi negara maupun dalam kehidupan pribadi.

Selain itu, peserta webinar juga diajak memahami pentingnya menjaga keseimbangan empat pilar kehidupan, yaitu pekerjaan, keluarga, kesehatan, dan pengembangan diri.

Pilar pekerjaan mencakup prestasi, karier, dan pelayanan kepada masyarakat. Sementara pilar keluarga berkaitan dengan kasih sayang, komunikasi, dan perhatian.

Adapun pilar kesehatan meliputi kesehatan fisik, mental, dan spiritual, sedangkan pengembangan diri mencakup hobi, waktu istirahat, serta peningkatan kapasitas diri.

Dalam kesempatan tersebut, Nur Chasanah juga memaparkan Model Fisher, yang menjelaskan hubungan timbal balik antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Menurutnya, beban kerja yang berlebihan dapat mengurangi kualitas kehidupan keluarga, sedangkan persoalan dalam kehidupan pribadi juga berpotensi mengganggu konsentrasi dan produktivitas di tempat kerja.

Sebaliknya, keseimbangan antara keduanya justru dapat saling memperkuat. Lingkungan keluarga yang harmonis mampu menciptakan suasana hati yang positif sehingga meningkatkan semangat, produktivitas, dan inovasi dalam bekerja.

Di sisi lain, pengalaman dan keterampilan yang diperoleh di tempat kerja juga dapat memberikan manfaat dalam kehidupan pribadi.

Melalui webinar ini, BKPSDM Kabupaten Demak berharap ASN semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan mental dan menerapkan work life balance sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus menciptakan kehidupan yang lebih sehat, produktif, dan harmonis. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |