Demak, infojateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak menerima 80 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi Institut Pertanian Bogor (IPB) Tahun 2026 untuk melaksanakan pengabdian di sejumlah desa di wilayah Kabupaten Demak.
Penerimaan mahasiswa berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Karanganyar, Selasa (7/7/2026), dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Demak. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB, Kepala Bapperida Demak, Camat Karanganyar, Camat Mijen, para kepala desa lokasi KKN, serta mahasiswa peserta KKNT.
Camat Karanganyar, Ungguh Prakoso, menyambut baik kehadiran mahasiswa IPB. Menurutnya, Kabupaten Demak memiliki potensi besar sebagai daerah agraris dengan komoditas unggulan seperti padi, kacang hijau, dan bawang merah, sekaligus memiliki nilai sejarah sebagai kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa.
Ia berharap para mahasiswa dapat terjun langsung ke lapangan untuk memahami kondisi masyarakat, khususnya sektor pertanian, sehingga mampu menghadirkan solusi inovatif yang berdampak pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB, Dr. Akhmad Faqih, menjelaskan bahwa KKNT IPB Tahun 2026 mengangkat tema “Pengembangan Berkelanjutan Masyarakat Agromaritim untuk Mencapai Socio-Resilience”.
Program yang berlangsung sepanjang Juli hingga Agustus 2026 tersebut melibatkan 80 mahasiswa dari berbagai fakultas.
Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi langkah strategis dalam mendorong pembangunan berbasis ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi.
“Melalui KKN ini mahasiswa diharapkan tidak hanya mengimplementasikan ilmu yang dimiliki, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Demak mengapresiasi pelaksanaan KKNT IPB di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa mahasiswa tidak sekadar menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga menjadi mitra pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah.
Ia menyebut Kabupaten Demak memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, peternakan, hingga UMKM.
Namun demikian, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu dihadapi bersama, seperti dampak perubahan iklim, pengelolaan sampah, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemasaran produk UMKM, ketahanan pangan, hingga percepatan penurunan stunting.
Pemkab Demak pun menyambut baik berbagai program yang akan dijalankan mahasiswa selama KKN. Program tersebut meliputi pemanfaatan data Automatic Weather Station (AWS) untuk mendukung pertanian, pengembangan budidaya ikan dalam ember (budikdamber), pengelolaan sampah rumah tangga, pemetaan wilayah dan pembaruan website desa, pendampingan UMKM dalam pemasaran digital, hingga penyuluhan pertanian.
Melalui kolaborasi ini, Pemkab Demak berharap seluruh program mampu memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan desa yang inovatif, mandiri, dan berdaya saing.
Mahasiswa KKNT IPB juga diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu mengoptimalkan potensi lokal serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat desa di Kabupaten Demak. (eko/redaksi)

5 days ago
16

















































