Gubernur Bengkulu Cicip Kuliner Blora, Kopi Santen Disebut Bikin “Tambah Tenaga”

5 hours ago 2

Blora, infojateng.id – Kunjungan kerja Gubernur Bengkulu Helmi Hasan ke Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Senin (24/8/2026), tidak hanya diwarnai agenda penguatan kerja sama antardaerah. Aneka kuliner khas Blora turut mencuri perhatian orang nomor satu di Provinsi Bengkulu tersebut.

Usai salat Dhuhur berjamaah di Masjid Agung Baitunnur, Helmi Hasan bersama rombongan berjalan menuju Rumah Dinas Bupati Blora yang berada di sebelah utara Alun-Alun. Di lokasi tersebut, rombongan disuguhi sejumlah kuliner khas Blora.

Hidangan yang disajikan antara lain lontong tahu daun jati, sate ayam, lontong opor Ngloram, kopi kothok, hingga kopi santen.

Helmi yang mengaku baru pertama kali mencicipi lontong tahu dengan bungkus daun jati langsung memberikan pujian. Ia bahkan mengaku kopi santen memberikan sensasi tersendiri.

“Saya sudah 47 tahun, ini baru pertama merasakan lontong tahu dengan bungkus daun jati. Soal rasanya, Masyaallah. Sama kopi santen ini rasanya seperti ada turbo setelah meminumnya, jadi tambah tenaga. Lelaki sejati harus coba ke Blora, cicipi kopi santennya,” seloroh Helmi.

Ia kemudian mengajak masyarakat yang berkunjung ke Blora untuk tidak melewatkan kuliner khas daerah tersebut.

“Jadi jangan ngomong sudah ke Blora kalau belum mencoba lontong opor dan lontong tahu. Rasanya komplit, nikmat, perpaduan rasanya mantap,” tambahnya.

Dari Kuliner hingga Potensi Pertanian

Di balik suasana akrab tersebut, kunjungan Helmi Hasan ke Blora merupakan bagian dari agenda penguatan sinergi dan kolaborasi potensi antardaerah.

Kunjungan tersebut juga menjadi kunjungan balasan setelah Bupati Blora Arief Rohman sebelumnya melakukan kunjungan ke Bengkulu.

Kedua daerah mengusung semangat “Dari potensi menjadi kolaborasi, dari kolaborasi menjadi kemajuan” untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Bupati Blora Arief Rohman memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan sejumlah potensi unggulan daerah, khususnya sektor pertanian dan pangan.

Blora merupakan salah satu daerah sentra produksi beras di Jawa Tengah dan tercatat sebagai penghasil beras terbesar keenam di provinsi tersebut.

Selain produksi pangan, Pemkab Blora juga mendorong pengembangan pertanian organik melalui berbagai program, di antaranya Gerakan Kotak Sejuta Umat (GESEKU), Gerakan Petani Milenial, serta kolaborasi dengan PCNU dan dukungan CSR Bank Jateng.

Perkenalkan Beras Organik Blora

Salah satu produk yang diperkenalkan adalah Beras Sehati, produk beras organik hasil kolaborasi dengan PCNU yang dipersiapkan untuk dipasarkan secara nasional.

Beras tersebut tersedia dalam sejumlah varietas, antara lain Menthik Susu, Rojolele, dan Pandan Wangi. Produk dikemas dalam ukuran 1 kilogram, 2,5 kilogram, hingga 5 kilogram.

Pengembangan pertanian organik tersebut diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan nilai ekonomi produk pertanian, tetapi juga mendukung ketahanan dan swasembada pangan nasional serta menjaga keberlanjutan lahan pertanian.

Pemkab Blora berharap kunjungan Gubernur Bengkulu tersebut menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas antara kedua daerah, baik dalam sektor pangan, pertanian, ekonomi, maupun pengembangan potensi unggulan lainnya.

Kolaborasi antardaerah diharapkan mampu membuka peluang baru bagi masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian lokal dan regional. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |