Pati, infojateng.id – Kapolresta Pati Kombes Pol Sigit memperkuat komunikasi dengan tokoh agama untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayahnya.
Upaya tersebut dilakukan melalui silaturahmi dengan sejumlah tokoh agama di Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Selasa (25/8/2026).
Dalam kunjungan itu, Kapolresta Pati menyambangi tiga tokoh agama, yakni KH Abdul Ghoffar Rozin, M.Ed., KH Muadz Thohir, dan H Itqonul Hakim.
KH Abdul Ghoffar Rozin merupakan Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah sekaligus pengasuh Ponpes Maslakul Huda. Sementara KH Muadz Thohir merupakan pengasuh Ponpes Roudloh At Thohiriyah dan H Itqonul Hakim menjabat Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah.
Sigit mengatakan, silaturahmi tersebut tidak sekadar menjadi agenda kunjungan, tetapi juga menjadi ruang komunikasi antara kepolisian dan masyarakat.
“Silaturahmi ini bukan sekadar kunjungan, tetapi menjadi ruang bagi kami untuk mendengar langsung masukan, aspirasi dan harapan para tokoh agama. Kami ingin kebijakan dan langkah kepolisian benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” kata Sigit.
Menurutnya, tokoh agama memiliki peran strategis dalam menciptakan suasana yang sejuk dan menjaga kerukunan di tengah masyarakat.
Karena itu, Polri membutuhkan dukungan dan sinergi para tokoh agama untuk mencegah persoalan sosial berkembang menjadi konflik.
“Kami mengajak para tokoh agama bersama-sama menjaga persaudaraan dan kerukunan. Apabila ada persoalan di masyarakat, mari kita komunikasikan dengan baik dan mengedepankan musyawarah agar tidak berkembang menjadi konflik,” ujarnya.
Sigit menyebut komunikasi dengan tokoh agama juga menjadi bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas.
Menurut dia, tokoh agama memiliki kedekatan dengan masyarakat sehingga masukan yang disampaikan dapat membantu polisi memahami berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan masyarakat.
“Masukan dari para tokoh agama sangat penting bagi kami. Dari komunikasi seperti ini, kita bisa mengetahui persoalan yang berkembang di masyarakat sekaligus mencari langkah penyelesaian secara bersama-sama,” jelasnya.
Selain itu, Kapolresta Pati mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, terutama informasi yang berpotensi memecah persatuan.
Hal tersebut dinilai penting di tengah cepatnya penyebaran informasi melalui media sosial.
“Di era media sosial, informasi begitu cepat beredar. Kami mengajak masyarakat untuk tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Mari bersama-sama menjaga ruang publik tetap sehat, santun dan tidak mudah terprovokasi,” tegasnya.
Sigit menegaskan Polresta Pati akan terus membuka ruang komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat. Menurutnya, kehadiran polisi tidak hanya dibutuhkan ketika terjadi persoalan.
“Polri hadir bukan hanya ketika terjadi masalah. Kami ingin hadir sebelum masalah terjadi, mendengar masyarakat, menerima kritik dan masukan, kemudian memberikan pelayanan terbaik,” tuturnya.
Ia menyebut sinergi dengan tokoh agama menjadi salah satu kekuatan penting untuk menjaga Kabupaten Pati tetap aman dan kondusif.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolresta Pati didampingi Kabag SDM Polresta Pati Kompol Joko Waluyono, Kapolsek Margoyoso AKP Joko Triyanto, Kasi Propam Polresta Pati Iptu Musyafak serta Kanit Kamsus Polresta Pati Aiptu Zainuri.
Silaturahmi tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi antara kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga kerukunan serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Pati.
Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 apabila membutuhkan bantuan atau pelayanan kepolisian.(eko/redaksi)

7 hours ago
3

















































