Keren! Siswa SMAN 1 Bandar Kenalkan Budaya Nusantara lewat Gelar Karya

19 hours ago 3

Batang, infojateng.idPelajar SMA Negeri 1 Bandar, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menampilkan beragam kesenian dan budaya Nusantara melalui Gelar Karya Projek Kokurikuler kelas X, Senin (24/8/2026).

Mengusung tema “Bhinneka Tunggal Ika”, kegiatan yang digelar di halaman SMAN 1 Bandar tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus mengenal dan melestarikan keberagaman budaya Indonesia.

Berbagai karya ditampilkan, mulai dari tari tradisional, lagu daerah, bazar makanan tradisional, hingga pop-up book yang mengangkat kekayaan budaya dari berbagai daerah.

Para siswa kelas X berupaya memperkenalkan budaya dari berbagai suku melalui karya masing-masing. Setiap kelas menampilkan hasil pembelajaran mereka dalam empat bentuk kegiatan dengan penuh semangat.

Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah Tari Rangkuk Alu dari Nusa Tenggara Timur. Para siswa membawakannya dengan penuh percaya diri dan kompak di hadapan teman-teman mereka.

Salah satu siswi, Az Zahra Maida Nindya, mengatakan memilih Tari Rangkuk Alu karena gerakannya menarik dan memiliki irama yang sesuai dengan karakter budaya daerah yang menjadi bagian dari tugas kelompoknya.

“Tari ini memiliki gerakan yang berirama juga karena sesuai dengan daerah yang kelas kami dapatkan,” tuturnya.

Menurutnya, penampilan tersebut sekaligus menjadi cara untuk memperkenalkan permainan tradisional dari Nusa Tenggara Timur kepada siswa lainnya.

Penampilan kelompok lain juga tidak kalah menarik. Salah satunya Tari Penyambutan Kepala Suku dari Papua yang mampu menarik perhatian para siswa hingga pertunjukan selesai.

Koordinator Gelar Karya Projek Kokurikuler, Genep Suherni, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, gelar karya tidak hanya menjadi sarana bagi siswa untuk mengenal budaya, tetapi juga melatih kreativitas dan jiwa kewirausahaan.

“Ini karena di gelaran ini juga ada bazar makanan, serta mengasah kreativitas mereka dengan membuat properti untuk para penari,” ujarnya.

Menurut Genep, keterlibatan siswa dalam menyiapkan pertunjukan, membuat properti, hingga mengelola bazar memberikan pengalaman belajar yang lebih luas.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat membuat para siswa semakin mengenal sekaligus mencintai berbagai bentuk budaya yang dimiliki Indonesia.

“Harapannya anak-anak makin mengenal dan mencintai segala bentuk budaya yang dimiliki Indonesia,” pungkasnya.(eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |