Batang, infojateng.id – Aksi solidaritas untuk korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) dilakukan siswa SD Negeri Kauman 7 Batang. Tak hanya menyisihkan uang jajan, sejumlah siswa bahkan rela menyerahkan celengan yang telah mereka tabung selama bertahun-tahun.
Sebanyak 340 siswa bersama para guru mengikuti penggalangan dana kemanusiaan di halaman sekolah, Rabu (26/8/2026). Kegiatan diawali dengan doa bersama sebelum para siswa secara bergantian memasukkan donasi ke dalam kardus yang telah disiapkan.
Salah satunya Salwa Hanifah, siswi kelas 3. Ia membawa celengan berisi tabungan yang dikumpulkannya sejak masih duduk di bangku taman kanak-kanak (TK).
Setiap hari, Salwa menyisihkan uang jajan sekitar Rp500 hingga Rp1.000. Tabungan tersebut kemudian diberikan seluruhnya untuk membantu korban gempa di NTT.
“Buat bantu korban bencana gempa di NTT,” kata Salwa.
Ia berharap uang yang terkumpul dapat digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan para korban, mulai dari makanan, minuman, obat-obatan hingga tempat tinggal sementara bagi pengungsi.
Hal serupa dilakukan Hamizan. Ia membawa tabungan yang dikumpulkannya sejak 2022 untuk disumbangkan dalam aksi kemanusiaan tersebut.
“Yang kena musibah ada banyak yang kesakitan. Buat berobat. Semoga sehat selalu dan diberi kesehatan,” ujarnya.
Kepala SDN Kauman 7 Batang Rasokha mengatakan, penggalangan dana tersebut digelar secara spontan setelah rapat dewan guru dan tenaga kependidikan.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak semata-mata bertujuan mengumpulkan bantuan, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai empati dan kepedulian sosial kepada siswa sejak dini.
“Aksi spontan pada pagi hari ini sebagai bentuk kepedulian kami kepada saudara-saudara yang terkena musibah gempa di NTT. Sekaligus sebagai sarana memberikan pendidikan kepada murid-murid tentang kepedulian kemanusiaan pada sesama sebagai bentuk pengamalan nilai-nilai Pancasila yang harus ditanamkan sejak dini,” jelasnya.
Rasokha menambahkan, kegiatan tersebut mendapat dukungan dari orang tua siswa, komite sekolah, serta Koordinator Wilayah Pendidikan setempat.
“Orang tua, komite dan Korwil mendukung kegiatan ini karena tujuannya mulia, yaitu kepedulian kemanusiaan kepada sesama yang sedang terkena musibah,” katanya.
Seluruh dana yang terkumpul selanjutnya disalurkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Batang pada hari yang sama. Perwakilan siswa dan guru turut serta dalam proses penyerahan donasi tersebut.
Penggalangan dana berlangsung tertib. Para siswa tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari doa bersama hingga menyerahkan uang donasi yang telah mereka sisihkan.
Bagi sekolah, aksi tersebut menjadi pembelajaran nyata bahwa kepedulian terhadap sesama dapat ditanamkan melalui tindakan sederhana, termasuk merelakan sebagian tabungan untuk membantu mereka yang tengah tertimpa musibah.(eko/redaksi)

18 hours ago
5

















































